Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Pemkab Jombang Targetkan 6.500 Hektare Tembakau, Optimistis Kembali Normal Tahun 2026

Achmad RW • Kamis, 4 Juni 2026 | 07:32 WIB
- Tanam tembakau di wilayah utara Sungai Brantas Kabupaten Jombang kembali mundur tahun ini.
- Tanam tembakau di wilayah utara Sungai Brantas Kabupaten Jombang kembali mundur tahun ini.

 

JOMBANG - SEMENTARA itu, Pemkab Jombang membidik luas tanam tembakau musim 2026 kembali normal. Targetnya mencapai 6.500 hektare setelah pada tahun lalu luasan lahan menyusut akibat kemarau basah.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Jombang Moch Rony mengatakan, target tersebut realistis tercapai jika kondisi cuaca berjalan normal sesuai perkiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

”Kalau sesuai perkiraan BMKG, tahun 2026 cuacanya normal. Ini sangat mendukung pertumbuhan tembakau,” ujarnya, Jumat (8/5).

Menurut Rony, luas tanam tembakau di Jombang sempat turun pada 2025.

Penyebabnya, fenomena kemarau basah membuat sekitar 1.000 hektare lahan beralih ditanami padi dan palawija. 

Baca Juga: DBHCHT Jombang Turun Drastis, BLT Buruh Tani Tembakau Dipangkas Jadi Segini

Karena itu, pihaknya berharap musim tanam tahun ini berlangsung lebih kondusif sehingga luasan lahan tembakau bisa kembali pulih.

”Kami berharap musim tanam tembakau 2026 cuacanya normal dan luasan lahan bisa kembali normal,” katanya.

Saat ini, petani di wilayah utara Sungai Brantas mulai menyiapkan lahan dan pembibitan menjelang musim tanam.

Dinas Pertanian juga terus melakukan pendampingan bersama Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI).

Rony menyebut Jombang memiliki dua varietas tembakau unggulan yang telah dilepas, yakni Jinten Pakpie 1 dan Manilo.

Potensi tersebut diharapkan mampu mendongkrak produksi tembakau daerah.

Selain pendampingan teknis, petani juga mendapat dukungan dari dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBHCHT).

Bantuan yang diberikan antara lain pupuk non subsidi, alat perajang tembakau, hingga rumah jamuran untuk proses pengeringan.

 ”Ada pupuk NPK, alat perajang tembakau, serta rumah jamuran untuk pengeringan guna meningkatkan produksi," pungkasnya. (riz/naz)

 

Editor : Anggi Fridianto
#DBHCHT Jombang #Tembakau Jombang #petani tembakau #luas tanam tembakau #Dinas Pertanian Jombang