Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Harga Cabai di Jombang Meledak! Cabai Rawit Tembus Rp 100 Ribu per Kilogram

Azmy endiyana Zuhri • Kamis, 4 Juni 2026 | 05:03 WIB
Min Ilmi, pedagang cabai Pasar Pon Jombang saat melayani pembeli.
Min Ilmi, pedagang cabai Pasar Pon Jombang saat melayani pembeli.

 

 

JOMBANG - Harga cabai di sejumlah pasar tradisional Kabupaten Jombang kembali melonjak tajam dalam sepekan terakhir. Cabai rawit bahkan menembus Rp 100 ribu per kilogram, membuat pedagang dan konsumen terkejut. Kenaikan terjadi cukup cepat sejak menjelang Hari Raya Idul Adha, sebelum kemudian terus merangkak naik hingga awal pekan ini.

Rahayu, pedagang sayur di Pasar Citra Niaga Jombang, mengatakan lonjakan harga berlangsung bertahap namun dalam waktu singkat. ”Sebelumnya, cabai rawit masih sekitar Rp 30 ribu per kilogram. Kemudian naik jadi Rp 40 ribu, terus naik lagi Rp 70 ribu dan hari ini sudah sampai Rp 100 ribu per kilogram,” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Jombang, Rabu (3/6).

Tidak hanya cabai rawit, jenis cabai lain juga ikut mengalami kenaikan. Cabai merah besar kini berada di kisaran Rp 70 ribu per kilogram, dari sebelumnya sekitar Rp 40 ribu.

 Bahkan cabai kualitas rendah pun ikut terdongkrak. ”Cabai merah besar juga naik. Dulu sekitar Rp 40 ribu sekarang sudah Rp 70 ribu per kilogram. Bahkan cabai yang kualitasnya kurang bagus juga ikut naik. Yang biasanya Rp 18 ribu sekarang jadi Rp 30 ribu per kilogram," katanya.

Baca Juga: Harga Cabai hingga Sayur Melonjak, Pedagang Pasar Pon Jombang Keluhkan Pembeli Sepi

Kenaikan harga ini berdampak langsung pada daya beli masyarakat. Banyak pembeli kini mengurangi jumlah pembelian. ”Kalau biasanya beli seperempat kilogram, sekarang ada yang beli seperempat ons atau sekadar untuk kebutuhan sehari saja. Pembeli pasti kaget karena kenaikannya cukup tinggi,” tuturnya.

Rahayu mengaku tidak mengetahui pasti penyebab lonjakan harga karena harga yang diterima pedagang berasal dari pemasok.

”Kami dapat barang dari agen. Saat ambil barang harganya sudah naik. Dari pihak pemasok juga tidak menjelaskan secara rinci penyebabnya,” ungkapnya.

Namun ia menduga kenaikan dipicu menurunnya pasokan dari daerah sentra produksi akibat cuaca yang tidak menentu. ”Katanya banyak tanaman cabai yang rusak karena cuaca. Jadi barang yang masuk ke pasar juga berkurang. Kalau stok sedikit sementara kebutuhan masyarakat tetap tinggi, ya harganya langsung naik,” jelasnya.

Baca Juga: Student Journalism: Pembelajaran Menaman Cabai

Ia berharap harga cabai segera kembali stabil agar aktivitas jual beli di pasar kembali normal. ”Kalau harga terlalu mahal, pembeli berkurang. Kami juga susah jualannya. Harapannya harga bisa turun lagi supaya pasar kembali ramai,” pungkasnya. (yan/naz)

 

Editor : Anggi Fridianto
#Harga Cabai Jombang #Cabai Rawit Jombang #Cabai Tembus Rp100 Ribu #harga pangan #pasar Jombang