Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Jombang Jadi Andalan Produksi Gula Jatim, Ini Buktinya

Azmy endiyana Zuhri • Selasa, 26 Mei 2026 | 06:55 WIB
Petani tebu asal Desa Pulorejo, Kecamatan Ngoro saat memanen tebunya, Kamis (28/8)
Petani tebu asal Desa Pulorejo, Kecamatan Ngoro saat memanen tebunya, Kamis (28/8)

 

JOMBANG  - Kabupaten Jombang terus menunjukkan dominasinya sebagai salah satu sentra penghasil tebu terbesar di Jawa Timur. Pada 2024, produksi tebu di Jombang mencapai 787.246 ton dan menyumbang sekitar tiga persen kebutuhan gula Jawa Timur.

Data tersebut berasal dari luas lahan tebu yang mencapai 10.787 hektare.

Kepala Dinas Pertanian Jombang Much. Rony mengatakan, sektor perkebunan tebu di Jombang hingga kini masih memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan. ”Berdasarkan data tahun 2024, luas lahan tebu di Jombang mencapai 10.787 hektare dengan total produksi mencapai 787.246 ton tebu,” katanya.

Menurut dia, tingginya produksi tersebut menunjukkan komoditas tebu masih menjadi salah satu andalan sektor pertanian di Jombang. Dari total lahan yang ada, rata-rata produktivitas tanaman tebu mencapai sekitar 73 ton per hektare. ”Produktivitas rata-rata mencapai sekitar 73 ton per hektare,” ujarnya.

Selain produktivitas, kualitas tebu juga menjadi faktor penting dalam menentukan hasil gula. Dari produksi yang ada, tingkat rendemen atau kadar gula tebu di Jombang mencapai 7,11 persen. ”Rendemen rata-rata yang dihasilkan mencapai 7,11 persen,” jelasnya.

Baca Juga: Kenang Perjuangan Gus Dur, Puluhan Bhante dari 4 Negara Doa Bersama di Tebuireng Jombang

Dengan produksi tebu sebesar 787.246 ton tersebut, Kabupaten Jombang mampu menghasilkan sekitar 61.749 ton gula hablur. ”Dari angka tersebut, Kabupaten Jombang mampu menghasilkan 61.749 ton gula hablur atau menyumbang sekitar tiga persen kebutuhan gula di Jawa Timur,” ucapnya.

Menurut Rony, capaian itu menunjukkan peran penting Jombang dalam mendukung pasokan gula di tingkat provinsi. ”Ini menunjukkan Kabupaten Jombang memiliki kontribusi yang cukup besar dalam mendukung produksi gula,” katanya.

Ia menambahkan, tingginya produksi tebu juga berdampak pada perekonomian masyarakat, khususnya petani tebu yang menggantungkan penghasilan dari sektor tersebut. ”Harapannya produksi yang ada dapat terus meningkat sehingga memberikan dampak pada peningkatan pendapatan petani,” pungkasnya. (yan/naz)

 

Editor : Anggi Fridianto
#produksi gula Jombang #Tebu Jombang #Pertanian Jombang #berita jombang #Petani tebu