JOMBANG – Memasuki usia ke-12 tahun, Jawa Pos Radar Jombang meneguhkan komitmen kepedulian ketahanan pangan dan ekonomi melalui gerakan Jombang “Beratap Buah” (Bersama Tanam Pohon Buah).
Gerakan tersebut menjadi bagian dari peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-12 Jawa Pos Radar Jombang yang jatuh pada 2 Juni 2026 mendatang.
Melalui gerakan itu, Jawa Pos Radar Jombang ingin mengajak masyarakat serta para mitra ikut ambil bagian dalam upaya menjaga kelestarian alam dengan menanam pohon buah di berbagai wilayah.
Direktur Jawa Pos Radar Jombang M. Nur Kholis mengatakan, momentum ulang tahun kali ini tidak sekadar menjadi ajang perayaan, melainkan juga bentuk kepedulian terhadap lingkungan, katahanan pangan dan ekonomi. ”Momentum HUT ke-12 ini ingin kami jadikan penguat komitmen gerakan bersama menanam pohon buah, atau Jombang Beratap Buah,” ujarnya.
Dia menjelaskan, tema “Jombang Beratap Buah” dipilih sebagai simbol harapan agar lingkungan di Kabupaten Jombang semakin hijau sekaligus memberi manfaat ekonomi dan ketahanan pangan bagi masyarakat.
Baca Juga: Isi Posisi Direktur, M Nur Kholis Pimpin Jawa Pos Radar Jombang
Karena itu, Jawa Pos Radar Jombang mengajak seluruh mitra, kolega, organisasi, instansi pemerintah, maupun swasta untuk mendukung gerakan tersebut. Bentuk dukungan yang diharapkan bukan karangan bunga atau ucapan seremonial lainnya, melainkan bibit pohon buah. ”Kami mengimbau seluruh mitra dan kolega tidak perlu mengirim karangan bunga. Kami menerima apresiasi dalam bentuk bibit pohon buah,” katanya.
Nantinya, bibit pohon yang terkumpul akan disalurkan kepada masyarakat untuk ditanam di lingkungan masing-masing. Langkah tersebut diharapkan mampu memperluas ruang hijau sekaligus menumbuhkan kesadaran bersama menjaga alam. ”Insyaalllah empat atau lima tahun ke depan hasil gerakan ini baru kita rasakan,” jelasnya.
Selain itu, Jawa Pos Radar Jombang juga membuka ruang kolaborasi bagi berbagai pihak yang ingin terlibat dalam gerakan "Jombang Beratap Buah" ini. Mulai pemerintah daerah, lembaga pendidikan, pemdes, komunitas, hingga perusahaan swasta. ”Kami ingin gerakan ini menjadi semangat bersama. Semakin banyak yang terlibat, semakin besar manfaat yang bisa dirasakan masyarakat dan lingkungan,” tutur Nur Kholis. (ang/naz)
Editor : Anggi Fridianto