Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

PG Tjoekir Jombang Sukseskan Program Bongkar Ratoon, Upaya Percepat Wujudkan Swasembada Gula Nasional

Achmad RW • Senin, 25 Mei 2026 | 07:10 WIB
KOMPAK: Dari kiri, Sekdakab Jombang Agus Purnomo, Wabup Jombang Salmanudin, GM PT SGN PG Tjoekir Abdul Azis Purmali Camat Mojowarno M Ronny Afriandie menanam tebu di Desa Catakgayam, Kecamatan Mojowarno, Sabtu (23/5).
KOMPAK: Dari kiri, Sekdakab Jombang Agus Purnomo, Wabup Jombang Salmanudin, GM PT SGN PG Tjoekir Abdul Azis Purmali Camat Mojowarno M Ronny Afriandie menanam tebu di Desa Catakgayam, Kecamatan Mojowarno, Sabtu (23/5).

 

JOMBANG – PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) PG Tjoekir di Desa Cukir, Kecamatan Diwek mengambil peran penting dalam menyukseskan program bongkar ratoon (peremajaan tanaman tebu) dan perluasan areal tebu tahun 2026 di Jombang. Langkah tersebut dilakukan untuk mendukung percepatan target swasembada gula nasional.

Komitmen itu ditunjukkan melalui agenda tanam perdana Program Bongkar Ratoon dan Perluasan Areal Tebu Tahun 2026 di lahan tebu Desa Catakgayam, Kecamatan Mojowarno, Sabtu (23/5).

Kegiatan itu digelar serentak di 15 titik pada 11 kabupaten di Jawa Timur dan terhubung virtual dengan pusat komando di Kediri yang dipimpin Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.

Dihadiri Wabup Jombang Salmanudin mewakili Bupati Jombang Warsubi. Kepala Balai Besar Proteksi Pembenihan Kementerian Pertanian. Kepala BRMP Provinsi Jawa Timur, pimpinan PT SGN, Sekdakab Jombang Agus Purnomo, GM PT SGN PG Tjoekir, Abdul Azis Purmali, Kepala Disperta Jombang, Much Rony, Forkopimcam Mojowarno dan kelompok tani.

Baca Juga: Tradisi Tebu Manten Warnai Buka Giling PG Tjoekir 2026, Manajemen Targetkan Produksi 40 Ribu Ton Gula

’’Program bongkar ratoon merupakan kerja bersama antara pemerintah dan PT SGN untuk meningkatkan produktivitas tebu nasional,’’ kata General Manager (GM) PT SGN PG Tjoekir, Abdul Azis Purmali.

Pemerintah melalui Kementerian Pertanian bersama PT SGN meminta adanya percepatan agar target swasembada gula bisa tercapai. ’’Salah satunya dengan mendorong petani yang produktivitas lahannya di bawah 60 ton untuk segera dilakukan peremajaan atau bongkar ratoon,’’ terangnya.

Kabupaten Jombang mendapat target program bongkar ratoon seluas 3.000 hektare dan perluasan areal tanam (PAT) seluas 200 hektare. Dari total target tersebut, PG Tjoekir mendapat tanggung jawab pendampingan sekitar 1.370 hektare lahan.

”Sisanya dibagi dengan pabrik gula lainnya. Jadi ini memang kerja bersama,” imbuhnya.

PG Tjoekir tidak hanya terlibat dalam proses identifikasi lahan dan sosialisasi program, tetapi juga melakukan pendampingan teknis budidaya kepada petani hingga masa panen.

”Setelah petani mendapat bantuan benih dan biaya garap atau HOK (Hari Orang Kerja), kami terus mendampingi. Mulai pemupukan, klentek, hingga gulut dilakukan bersama penyuluh pertanian lapangan,” jelasnya.

Baca Juga: Setahun Kepemimpinan Warsubi–Salmanudin, PG Tjoekir Optimistis Jombang Jadi Lumbung Gula

Pendampingan itu diharapkan berdampak nyata pada peningkatan produktivitas, rendemen, dan kualitas hasil tebu petani.

Dalam program itu, petani memperoleh bantuan 60 ribu mata benih tebu per hektare. Serta bantuan biaya Rp 4 juta per hektare sesuai petunjuk teknis program pemerintah.

Tanaman tebu yang ditanam pada Mei 2026 diperkirakan akan dipanen 11 hingga 12 bulan mendatang atau Mei 2027.

Diharapkan, program bongkar ratoon dan perluasan areal tanam terus dilanjutkan pada tahun-tahun berikutnya guna memperkuat ketahanan gula nasional.

”Sinergi antara petani, pemerintah, dan pabrik gula harus terus ditingkatkan. Kerja kolektif seperti ini menjadi fondasi utama keberhasilan swasembada gula,’’ tegasnya. (fid/jif)

 

Editor : Anggi Fridianto
#PG TJoekir Jombang #bongkar ratoon tebu #swasembada gula nasional #perluasan areal tebu 2026 #PT Sinergi Gula Nusantara