RadarJombang.id – Kerusakan tanggul Saluran Sekunder Jatimlerek di Desa Jatimlerek, Kecamatan Plandaan Jombang kian parah.
Longsoran pada sisi saluran kini menggerus bahu jalan dan membahayakan pengguna jalan yang melintas.
Pantauan di lokasi, tanggul saluran yang berada tepat di pinggir jalan sudah ambrol sepanjang sekitar lima meter.
Baca Juga: Setelah Sebulan Seret, Irigasi Jatimlerek Akhirnya Kembali Dialiri Air
Kondisi itu menyebabkan bagian bahu jalan ikut terdampak. Untuk mengantisipasi kecelakaan, di sekitar lokasi sudah dipasang pita penanda berwarna kuning-hitam.
’’Kerusakan itu sebenarnya sudah terjadi sejak tiga tahun lalu. Namun saat itu kerusakan masih kecil dan belum panjang seperti sekarang,’’ kata Gunawan, warga setempat, kemarin.
Kerusakan saat ini mencapai bahu jalan akibat terlalu lama tidak mendapat penanganan.
Baca Juga: Dam Karet Jatimlerek Jombang Bocor, BBWS Brantas Siapkan Kisdam Darurat
’’Rusak parah sampai ke bahu jalan ini baru saja. Mungkin karena terlalu lama dibiarkan,’’ imbuhnya.
Ia mengaku tidak mengetahui pasti pihak yang memasang pita penanda di lokasi.
Menurutnya tanda tersebut penting untuk mengingatkan pengendara karena kondisi jalan cukup berbahaya, terutama bagi kendaraan yang melintas berpapasan.
’’Takutnya ada mobil atau truk berpapasan lalu tidak tahu ada longsoran di situ. Apalagi truk, bisa terguling ke sungai,’’ urainya.
Kondisi kerusakan lebih berisiko pada malam hari karena tidak terlihat meski terdapat lampu penerangan jalan.
Warga berharap pemerintah segera melakukan perbaikan lantaran ruas jalan tersebut cukup ramai digunakan masyarakat.
Serta menjadi penghubung wilayah Jatimlerek hingga Desa Karangmojo, Kecamatan Plandaan.
Baca Juga: Pintu Dam Karet Jatimlerek Jebol, Penanganan Darurat Segera Dilakukan
Sementara itu, Kepala Sumber Daya Air (SDA) Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Jombang, Sultoni, mengatakan, saluran tersebut merupakan kewenangan Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Dinas PU SDA Jatim.
’’Itu kewenangan provinsi (Dinas PU SDA Jatim). Cuma sampai sekarang kami belum dapat laporan,’’ ujarnya.
Keberadaan pita penanda kemungkinan dipasang setelah petugas dari provinsi melakukan pengecekan di lokasi kerusakan.
’’Kemungkinan sudah ada teman-teman provinsi yang ke situ. Makanya dipasang tanda dahulu, bisa jadi akan ditangani,’’ ungkapnya. (fid/jif)
Editor : Achmad RW