RadarJombang.id – Kebakaran yang terjadi di Gedung Pusat Pelayanan Jantung Terpadu (PPJT) RSUD dr Soetomo Surabaya, (15/5), menjadi perhatian serius rumah sakit pelat merah di Jombang.
Dua rumah sakit daerah, RSUD Jombang dan RSUD Ploso, meningkatkan langkah pencegahan kebakaran dengan menambah fasilitas proteksi hingga membenahi instalasi listrik.
’’Mitigasi risiko kebakaran selalu menjadi fokus kami. Kami terus melakukan pengamatan dan pencegahan di area-area yang memungkinkan terjadi kebakaran, baik karena api, listrik maupun faktor lainnya,’’ kata Direktur RSUD Jombang, dr Pudji Umbaran, (22/5).
Baca Juga: Detik-detik Rumah di Mojoagung Jombang Kebakaran, Motor di Dalam Rumah Ikut Ludes
Pihaknya juga berkoordinasi dengan petugas pemadam kebakaran BPBD Jombang untuk melakukan identifikasi potensi risiko di lingkungan rumah sakit.
Hasil rekomendasi dari tim Damkar langsung ditindaklanjuti sebagai langkah pencegahan.
’’Saat ini RSUD Jombang telah memiliki dua titik hidran yang siap digunakan,’’ ucapnya. Rumah sakit juga tengah melengkapi dua titik tambahan sehingga total nantinya tersedia empat titik hidran.
’’Hidran yang sudah siap digunakan ada dua titik. Saat ini kami melengkapi dua titik lagi sehingga total menjadi empat titik,’’ terangnya.
Baca Juga: Kebakaran Rumah di Kaliwungu Jombang, Dua ART Tewas Diduga Keracunan Asap
Pembenahan instalasi kabel listrik juga dilakukan secara menyeluruh. Baik kabel lama maupun baru akan diperiksa dan diperbaiki sesuai rekomendasi dari BPBD.
’’Saat ini proses pembenahan instalasi kabel terus dilakukan. Jika masuk rekomendasi BPBD, langsung kami perbaiki,’’ tambahnya.
Hal senada disampaikan Direktur RSUD Ploso, dr M Vidya Buana. ’’Inspeksi kesiapsiagaan kebakaran tim BPBD Jombang baru saja dilakukan pada Senin (18/5),’’ ungkapnya.
Upaya pencegahan kebakaran sebenarnya telah menjadi bagian dari standar akreditasi rumah sakit. Karena itu, berbagai aspek keselamatan rutin diperiksa dan dievaluasi.
Di RSUD Ploso, sejumlah langkah preventif telah diterapkan. Mulai dari pemberlakuan kawasan tanpa rokok.
Penyediaan alat pemadam api ringan (APAR) di titik strategis. Hingga pemeriksaan berkala fasilitas yang berpotensi memicu kebakaran seperti instalasi listrik dan alat medis.
Baca Juga: Kebakaran Rumah di Kaliwungu Jombang, Satu Orang Tewas-Satu Kritis
’’Kami rutin melakukan pemeriksaan sarana-prasarana oleh tim pemeliharaan. Selain itu, simulasi penanganan kebakaran juga dilakukan setiap tahun kepada seluruh pegawai,’’ jelasnya.
RSUD Ploso juga memiliki tim Manajemen Fasilitas dan Keselamatan (MFK).
Serta tim Keselamatan dan Kesehatan Kerja Rumah Sakit (K3RS) yang bertugas melakukan penilaian risiko dan identifikasi potensi bahaya secara berkala.
Baca Juga: Penyebab Kebakaran Gudang Plastik di Mojongapit Jombang Masih Jadi Misteri, Polisi Bertindak
Rumah sakit juga telah menyiapkan jalur evakuasi lengkap dengan penanda di setiap sudut gedung yang mengarah ke titik kumpul darurat.
’’Kami juga bersinergi dengan BPBD untuk memastikan kesiapsiagaan dalam penanganan bencana maupun meminimalkan risiko yang ada,’’ tegasnya. (ang/jif)
Editor : Achmad RW