Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Setelah Sebulan Seret, Irigasi Jatimlerek Akhirnya Kembali Dialiri Air

Ainul Hafidz • Sabtu, 23 Mei 2026 | 07:49 WIB
BELUM NORMAL: Petani di Desa Jatimlerek, Kecamatan Plandaan mengairi sawahnya.
BELUM NORMAL: Petani di Desa Jatimlerek, Kecamatan Plandaan mengairi sawahnya.

 

JOMBANG – Petani di wilayah utara Sungai Brantas sedikit lega. Setelah hampir sebulan mandek, kini pasokan air dari Sungai Brantas sudah bisa mengalir ke sawah warga.

Warga berharap pasokan air dari intake dam kembali normal. 

Anang Setyo Wibowo petani asal Desa Jatimlerek, Kecamatan Plandaan senang lantaran pasokan air dari inatek  (saluran pembagi) Sungai Brantas sudah bisa mengalir ke sawah petani.

”Hari ini (kemarin) pukul 08.00 irigasinya sudah terisi air, meskipun belum penuh. Sebelumnya memang sudah mengalir, tapi cuma pagi saja, malam hari habis,” katanya.

Naiknya debit Sungai Brantas membuat air sudah bisa masuk ke intake dan mengirimkan air ke saluran irigasi. petani pun sangat terbantu.

Sebab, selama ini terpaksa mengandalkan sumur bor sejak pasokan air dari sungai Brantas mandek. ”Sekarang petani bisa tenang menggarap sawah. Sebab, sebelumnya banyak keluar biaya karena mengandalkan sumur bor,” bebernya.

Baca Juga: Dam Karet Jatimlerek Jombang Jebol Lagi, Petani di Utara Brantas Jombang Terpaksa Andalkan Sumur Bor

Tiga hari lalu para petani juga melakukan kerja bakti membersihkan saluran irigasi agar aliran air lebih lancar.

 Upaya itu dinilai penting karena kondisi irigasi yang tersumbat membuat distribusi air tidak lancar. ”Kalau tidak dibersihkan, susah airnya mengalir,” ujarnya.

Anang berharap Dam Karet Jatimlerek segera kembali normal. Sebab, bendung tersebut menjadi sumber utama pasokan air bagi ribuan hektare sawah di wilayah sekitar.

 ”Kalau Dam Karet Jatimlerek normal, petani tenang, sebab pasokan air aman. Karena 80 persen warga di sini petani,” tuturnya.

Ia menyebut dampak kerusakan bendung tidak hanya dirasakan petani di Jatimlerek.

Tetapi juga sejumlah desa lain seperti Desa Bangsri, Tanggungkramat, Plandaan, Purisemanding hingga Desa Rejoagung di Kecamatan Ploso.

Sementara itu, Kades Jatimlerek, Jadi, mengakui membaiknya aliran irigasi saat ini bukan karena adanya penanganan kerusakan bendung, melainkan akibat debit Sungai Brantas yang naik.

”Irigasi yang sekarang lancar karena debit sungainya naik. Kabarnya di hulu hujan dan ada flushing atau penggelontoran air dari atas,” katanya.

Namun, ia khawatir kondisi itu hanya bersifat sementara. Ketika debit air dari hulu kembali turun, aliran irigasi diperkirakan kembali seret.

”Kalau air dari atas sudah habis, ya kembali lagi irigasinya seret,” tuturnya.

Menurut Jadi, persoalan utama berada pada kerusakan pintu nomor enam Dam Karet Jatimlerek yang hingga kini belum tertangani maksimal.

 Ia berharap perbaikan segera dilakukan agar distribusi air pertanian kembali normal.

”Harapan kami segera diperbaiki, karena yang memakai irigasi ini bukan hanya petani Jatimlerek, tapi juga Karangmojo, Plandaan, Purisemanding, Bawangan, sampai Rejoagung di Kecamatan Ploso,” katanya.

Baca Juga: Dam Karet Jatimlerek Jombang Jebol Lagi, Petani di Utara Brantas Jombang Terpaksa Andalkan Sumur Bor

Sementara itu, Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) Sultoni mengatakan, peningkatan debit air di Sungai Brantas membawa dampak positif bagi saluran irigasi Jatimlerek.

”Dari hasil pengamatan kami ada flushing di Bendungan Serut Blitar, sehingga ada penambahan debit signifikan di Sungai Brantas wilayah Jombang,” katanya.

Kondisi itu membuat air masih bisa masuk ke intake (bangunan pengambil air) irigasi Jatimlerek meskipun pintu karet bendung sedang bermasalah.

”Alhamdulillah, momen karetnya tidak bisa mengembang, sehingga airnya masih bisa masuk ke intake Jatimlerek,” imbuhnya.

Meski begitu, Sultoni menegaskan kondisi tersebut hanya bersifat sementara.

Karena sangat bergantung pada tambahan debit air dari flushing. Setelah proses flushing selesai, penanganan pintu nomor enam akan segera dilakukan.

”Rencana awal, pintu nomor enam tetap akan ditangani sampai flushing selesai. Kalau tidak salah 24 Mei ini,” ujarnya

Sebelumnya diberitakan, pintu nomor enam Bendung Karet Jatimlerek mengalami kerusakan parah di tengah proyek rehabilitasi bending yang masih berjalan.

Akibatnya, aliran air menuju intake irigasi sempat terhenti total . Sedikitnya 1.816 hektare sawah di wilayah utara Sungai Brantas terancam kekeringan.

Di sisi lain, proyek rehabilitasi Bendung Jatimlerek senilai Rp 268,33 miliar hingga awal Mei masih belum memasuki tahap pembangunan struktur utama.

Pekerjaan masih difokuskan pada penggalian saluran pengelak sementara di sisi selatan Sungai Brantas, Desa Sudimoro, Kecamatan Megaluh, serta pembangunan intake sementara di sisi utara. (fid/naz)

Editor : Anggi Fridianto
#bendung jatimlerek #sawah kekeringan #dam karet jatimlerek #irigasi sungai brantas #Petani Jombang