Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Pintu Dam Karet Jatimlerek Jebol, Penanganan Darurat Segera Dilakukan

Ainul Hafidz • Jumat, 15 Mei 2026 | 07:45 WIB
FOTO: AINUL HAFIDZ/JAWA POS RADAR JOMBANG
FOTO: AINUL HAFIDZ/JAWA POS RADAR JOMBANG

 

JOMBANG - Penanganan darurat disiapkan untuk mengatasi jebolnya pintu nomor enam Dam Karet Jatimlerek, Kecamatan Plandaan.

Pemkab Jombang memastikan kerusakan itu akan ditangani langsung pihak proyek dengan metode kisdam agar suplai air ke saluran irigasi kembali mengalir.

Kepala Dinas PUPR Jombang Imam Bustomi melalui Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) Sultoni mengatakan, tindak lanjut penanganan sudah dilakukan setelah adanya keluhan dari sejumlah kades di utara Sungai Brantas yang terdampak krisis air irigasi.

”Selasa (12/5) kemarin Pak Bustomi sudah menindaklanjuti dan rencana akan ditangani pihak proyek. Kami diminta bersurat karena volumenya besar,” katanya.

Kerusakan pintu dam tidak lagi memungkinkan dilakukan penambalan biasa. Berdasarkan informasi dari petugas bendung, sobekan pada pintu dam mencapai sekitar dua meter.

”Kalau ditambal sudah tidak bisa. Sobekannya sekitar dua meter, sehingga jalan satu-satunya dengan kisdam di depan pintu nomor enam,” imbuhnya.

Baca Juga: Kerusakan Dam Karet Jatimlerek Jombang Jauh Lebih Parah Dari Sebelumnya, Dampaknya Disebut Bakal Lebih Parah

Kisdam akan dibuat menggunakan jumbo bag maupun pasir untuk membendung sementara aliran Sungai Brantas. Langkah itu dilakukan agar muka air sungai dapat naik dan kembali masuk ke intake Irigasi Jatimlerek.

 ”Jadi akan ditangani langsung pihak proyek.

Dikisdam menggunakan jumbo bag atau pasir supaya air Sungai Brantas bisa naik dan masuk ke intake irigasi Jatimlerek,” tuturnya.

Namun hingga kini pelaksanaan penanganan darurat itu masih menunggu tindak lanjut dari pihak proyek rehabilitasi bendung. ”Ini masih menunggu. Hasil koordinasi terakhir memang akan ditangani pihak proyek lansung,” ujarnya.

Penanganan darurat dilakukan karena sebelumnya BBWS Brantas memang berencana membendung area depan Dam Karet Jatimlerek untuk kepentingan proyek rehabilitasi.

Baca Juga: Pintu Dam Karet Jatimlerek Jombang Rusak Lagi, 1.800 Hektare Sawah Terancam Kekeringan

Namun pembangunan saluran pengelak belum selesai sehingga diperlukan langkah darurat lebih dulu.

”Memang dari BBWS rencananya membendung di depan pintu dam untuk keperluan proyek sambil menunggu saluran pengelak selesai. Karena kondisi seperti ini akhirnya dilakukan penanganan darurat dahulu,” katanya.

Untuk diketahui, Daerah Irigasi (DI) Jatimlerek yang terdampak berada di bawah kewenangan Pemerintah Provinsi Jawa Timur, sedangkan Dam Karet Jatimlerek merupakan kewenangan BBWS Brantas.

Irigasi tersebut mengairi sekitar 1.816 hektare sawah di wilayah utara Sungai Brantas, meliputi Kecamatan Plandaan, sebagian Kecamatan Ploso, hingga Kecamatan Kudu. (fid/naz)

Editor : Anggi Fridianto
#Jombang #Dinas PUPR Jombang #Jatimlerek #dam karet