RadarJombang.id - Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) Dinas Pekerjan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Jombang, Sultoni, menegaskan kerusakan di kali ini jauh lebih parah dibanding sebelumnya.
”Kemarin sebenarnya sudah dicoba ditambal, tetapi karetnya tetap tidak bisa mengembang. Kebutuhan untuk penambalannya juga banyak,” ujarnya.
Upaya darurat dengan menambal sobekan karet di pintu enam dam hingga kini belum berhasil. ”Kalau yang sekarang sudah tidak bisa. Meskipun karetnya diisi angin tetap tidak mengembang,” tambahnya.
Baca Juga: Pintu Dam Karet Jatimlerek Jombang Rusak Lagi, 1.800 Hektare Sawah Terancam Kekeringan
Ia tak menampik kerusakan pintu dam berdampak signifikan terhadap nasib petani di wilayah utara Brantas.
”Kondisi ini membuat air Sungai Brantas sama sekali tidak masuk ke bangunan intake (saluran pambagi), sehingga distribusi air ke saluran irigasi di wilayah utara Sungai Brantas tersendat,” bebernya.
Kerusakan di pintu nomor enam sebenarnya bukan kali pertama terjadi. Namun, sebelumnya masih bisa diatasi dengan penambalan sementara.
Baca Juga: Dua Pintu Air Bendung Karet Menturus Jombang Rusak Parah, Ini Dampaknya
Kali ini, tingkat kebocoran disebut jauh lebih besar. ”Yang rusak tetap di pintu nomor enam, hanya saja sekarang kondisinya lebih parah karena sobeknya lebih lebar,” jelas Sultoni.
Sebagai langkah darurat, pihaknya berharap proyek rehabilitasi Dam Karet Jatimlerek yang sedang berjalan segera melakukan penanganan sementara.
”Rencana awal pintu nomor enam itu akan dibangun kisdam. Namun posisi pekerjaan proyek saat ini belum sampai ke tahap itu,” katanya.
Pihaknya berharap pintu dam yang jebol bisa kembali ditambal agar aliran air menuju irigasi dapat normal kembali.
”Otomatis sekarang irigasi di sana tidak normal. Kami masih menunggu apakah penambalan bisa dilakukan,” ujarnya.
Daerah Irigasi (DI) Jatimlerek yang terdampak merupakan kewenangan Pemerintah Provinsi Jawa Timur, sedangkan Dam Karet Jatimlerek berada di bawah kewenangan BBWS Brantas.
Irigasi tersebut mengairi sekitar 1.816 hektare sawah di wilayah utara Sungai Brantas, meliputi Kecamatan Plandaan, sebagian Kecamatan Ploso hingga Kecamatan Kudu. (fid/naz)
Editor : Achmad RW