Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Tradisi Tebu Manten Warnai Buka Giling PG Tjoekir 2026, Manajemen Targetkan Produksi 40 Ribu Ton Gula

Wenny Rosalina • Selasa, 5 Mei 2026 | 05:43 WIB
KOMPAK: Bupati Warsubi bersama GM PT SGN PG Tjoekir Abdul Azis Purmali (tengah baju putih) bersam undangan.
KOMPAK: Bupati Warsubi bersama GM PT SGN PG Tjoekir Abdul Azis Purmali (tengah baju putih) bersam undangan.

 

JOMBANG – PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) Pabrik Gula (PG) Tjoekir di Desa Cukir, Kecamatan Diwek, menggelar Tasyakuran Buka Giling 2026, Senin (4/5).

Menandai dimulainya musim giling tahun ini dengan mengusung tema: Satu tujuan satu kebersamaan memperkuat sinergi untuk kinerja berkelanjutan.

Acara berlangsung khidmat dan diawali dengan tradisi Tebu Manten. Dua batang tebu dihias layaknya pengantin dan diberi nama Raden Bagus Rosan dan Dyah Ayu Roro Manis.

 Keduanya diarak bersama tujuh batang tebu lainnya dari luar menuju dalam gedung, diiringi prosesi Cucuk Lampah.

Setibanya di dalam gedung, tebu manten diserahkan kepada pimpinan PG Tjoekir.

Mulai dari General Manager (GM), para manajer, hingga perwakilan petani dari Asosiasi Petani Tebu Rakyat (APTR) menerima tebu tersebut sebagai simbol dimulainya musim giling.

Kegiatan dihadiri Bupati Jombang, Warsubi, General Manager (GM) PG Tjoekir, Abdul Azis Purmali, Forkopimcam serta karyawan dan petani tebu.

GM PG Tjoekir, Abdul Azis Purmali, menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut serta dukungan dari berbagai pihak.

Baca Juga: Hadiri Tasyakuran Buka Giling PG TJoekir Jombang, Bupati Warsubi Tekankan Mutu dan Keselamatan Kerja  

”Hari ini (kemarin) kami bersyukur atas rida Allah dapat hadir dalam tasyakuran selametan buka giling PG Tjoekir. Terima kasih kepada Bapak Bupati Warsubi dan seluruh tamu undangan yang hadir memberikan doa restu untuk musim giling 2026. Mudah-mudahan ini membawa kebaikan,” katanya.

PG Tjoekir merupakan salah satu pabrik gula tertua yang masih bertahan hingga kini.

”PG Tjoekir dibangun pada 1884, pada masa pemerintahan kolonial Belanda. Alhamdulillah hingga saat ini tetap eksis dan terus berupaya memberikan manfaat bagi masyarakat,’’ imbuhnya.

Perusahaan berkomitmen mendukung program swasembada gula nasional. Pada musim giling tahun ini, PG Tjoekir ditarget memproduksi 40 ribu ton gula.

”Tahun lalu kami menggiling sekitar 506 ribu ton tebu dan menghasilkan kurang lebih 34 ribu ton gula.

Tahun ini kami diamanahi untuk mencapai produksi 40 ribu ton gula. Dengan rendemen sekitar 7,2 hingga 7,3, kami membutuhkan sekitar 541 ribu ton tebu,” urainya.

Target tersebut merupakan kerja bersama yang membutuhkan dukungan berbagai pihak. Mulai dari pemerintah daerah, dinas terkait, petani, hingga seluruh karyawan pabrik.

”Ini upaya bersama dalam mendukung swasembada gula nasional. Kami optimistis target tersebut dapat tercapai, bahkan dilampaui,” tuturnya.

 

PG Tjoekir dijadwalkan mulai menggiling Jumat Legi, 29 Mei 2026. Seluruh persiapan, termasuk investasi dan kesiapan peralatan, sudah dilakukan untuk mendukung kelancaran operasional selama musim giling yang direncanakan berlangsung selama 170 hari.

’’Kami mohon doa restu agar proses giling berjalan lancar dan target dapat tercapai. Di tengah era keterbukaan dan dinamika saat ini, kami berharap dapat melaluinya dengan baik,” harapnya. (fid/jif)

 

Editor : Anggi Fridianto
#tebu #Jombang #buka giling #2026 #PG Tjoekir