Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Percayai Prediksi BMKG, Petani Tembakau di Utara Brantas Jombang Mulai Persiapan Tanam

Achmad RW • Minggu, 3 Mei 2026 | 13:24 WIB
petani tembakau saat menyiapkan lahan
petani tembakau saat menyiapkan lahan

 

JOMBANG - Persiapan musim tanam tembakau di wilayah utara Sungai Brantas, Kabupaten Jombang, mulai berjalan. Namun di balik optimisme petani, ketergantungan pada prakiraan cuaca dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) kembali menjadi faktor krusial yang menentukan nasib produksi tahun ini.

Sejumlah kecamatan mulai Ploso, Kabuh, Kudu, Ngusikan, hingga Plandaan saat ini masih fokus pada pembibitan dan penyiapan lahan menjelang tanam yang diprediksi dimulai pertengahan Mei 2026.  “Kalau sekarang kami masih persiapan. Semua lima kecamatan di utara Brantas seperti Ploso, Kabuh, Kudu, Ngusikan dan Plandaan sedang persiapan,” ujar Wakil Ketua APTI Jombang Tek Diwanto.

Di tingkat petani, bibit tembakau mulai dirawat dengan berbagai varietas, sembari menunggu usia tanam ideal sekitar 40–50 hari. Saat ini bibit baru berumur 15–20 hari. ”Sembari menunggu tanah siap kami menyiapkan bibitnya. Di saya ini ada tiga jenis, jinten pakpie 1, jinten pakpie 2 dan manilo,” kata petani asal Desa Bendungan, Kecamatan Kudu itu.

Namun di balik persiapan tersebut, petani masih dibuat waswas dengan cuaca. Mereka hanya bisa merujuk pada prediksi BMKG terkait potensi kemarau panjang tahun ini. ”Sehingga kalau kita hitung, mulai tanam mungkin baru di pertengahan Mei 2026 dan yang serentak nanti di akhir Mei 2026,” jelasnya.

Ia menambahkan, target tanam tembakau di wilayah utara Brantas tetap berada di angka 6.000 hektare lebih, meski realisasinya masih sangat bergantung pada kondisi alam ”Untuk target tanam tetap di angka 6.000 haktare lebih, bahkan mungkin bisa lebih lagi dari tahun lalu karena melihat serapan bibit per hari ini,” imbuhnya.

Tek Diwanto menilai, prediksi BMKG soal kemarau panjang menjadi acuan petani. Di satu sisi bisa mendukung produksi tembakau, namun di sisi lain tetap menyimpan risiko gagal panen jika pola cuaca tidak stabil. ”Kalau berkaca dari prakiraan BMKG tahun ini kan kemarau panjang, jadi kami berharap hasilnya bisa lebih baik dari tahun kemarin,” pungkasnya. (riz/naz)

 

Editor : Anggi Fridianto
#petani tembakau #dinas pertanian #bmkg #Jombang #prediksi cuaca