Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Siap-siap Hadapi Musim Kemarau Panjang, Petani Tembakau di Jombang Mulai Siapkan Lahan

Azmy endiyana Zuhri • Selasa, 21 April 2026 | 09:03 WIB
ILUSTRASI: Pemkab Jombang kembali mengalokasikan anggaran sebesar Rp 5 miliar untuk pengadaan pupuk tembakau tahun ini
ILUSTRASI: Pemkab Jombang kembali mengalokasikan anggaran sebesar Rp 5 miliar untuk pengadaan pupuk tembakau tahun ini

 

Radarjombang.id - Prediksi musim kemarau panjang yang disampaikan pemerintah mulai diantisipasi petani tembakau di Jombang. Sejumlah petani kini bergerak lebih awal dengan menyiapkan lahan dan pembenihan, meski sebagian masih dalam masa panen padi.

Ketua Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Jombang Lasiman mengatakan, saat ini kondisi di lapangan belum sepenuhnya memasuki masa tanam. Petani yang lahannya tidak terdampak banjir sudah mulai panen, sementara yang terdampak masih menunggu. ”Sebagian yang tidak terdampak banjir sudah panen padi. Tinggal yang terdampak banjir belum panen,” katanya.

Di tengah kondisi tersebut, persiapan menuju musim tanam mulai dilakukan. Pengolahan lahan hingga penaburan benih sudah terlihat di beberapa wilayah sentra. ”Sekarang sebagian mulai olah lahan dan persiapan pembenihan atau tabur benih. Puncak tanam kemungkinan mulai Mei,” jelas Lasiman.

Berdasarkan perhitungan sementara, luas tanam tembakau tahun ini diperkirakan tidak mengalami perubahan signifikan. APTI Jombang memproyeksikan luas tanam sekitar 6.300 hektare di wilayah utara Sungai Brantas, atau relatif sama dengan musim sebelumnya. ”Masih kita prediksi sama seperti tahun lalu,” imbuhnya.

Baca Juga: Ribuan Hektare Sawah di Jombang Berpotensi Kekeringan, Ini Kata Disperta

Tidak bertambahnya luas tanam dipengaruhi pergeseran sebagian lahan ke komoditas lain. Di beberapa daerah, seperti Desa Jatigedong, Kecamatan Ploso, petani masih memilih menanam padi. ”Yang dulu tembakau, sekarang masih ada yang tanam padi,” ujarnya.

Adapun sebaran lahan tembakau terbesar berada di Kecamatan Kabuh dengan luas lebih dari 2.000 hektare. Sementara Kecamatan Ploso menyusul dengan lebih dari 1.000 hektare.

Terkait awal musim tanam, Lasiman mengaku belum bisa memastikan apakah akan lebih maju dibandingkan tahun lalu. Pasalnya, musim sebelumnya dipengaruhi curah hujan tinggi yang berkepanjangan. ”Belum bisa diprediksi, karena tahun lalu hujan terus. Tapi kalau sudah kemarau, biasanya petani akan mulai tanam,” tuturnya.

Informasi terkait potensi kemarau panjang sudah disampaikan Dinas Pertanian (Disperta) Jombang kepada para petani berdasarkan prediksi dari BMKG. ”Sudah disampaikan ke kami, tahun ini prediksinya kemarau panjang,” katanya. (fid/naz)

Editor : Anggi Fridianto
#Petani Jombang #musim kemarau basah #Jombang 500 juta