RadarJombang.id – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMAN 2 Jombang kembali menuai keluhan.
Siswa menemukan ulat di salah satu menu makanan yang dibagikan, Rabu (15/4) siang.
Temuan itu pertama kali diketahui siswa kelas 10 saat menyantap makanan kiriman dari SPPG Pulolor.
Baca Juga: Parah! Ada Ulat Belatung di Menu MBG Siswa SMAN 2 Jombang
Salah satu siswa, N, menyebut awalnya mereka antusias menyantap menu yang berisi telur, sayur sawi, kentang, saus, dan edamame.
“Pas sudah makan setengah, kami kaget ada benda aneh di makanan,” ujarnya. Setelah diperiksa, benda tersebut berupa ulat kecil berwarna putih yang ditemukan di bagian sayur sawi.
Temuan itu langsung dilaporkan ke pihak sekolah. Namun saat itu, menurut N, belum ada tindak lanjut langsung dari pihak terkait.
Waka Humas SMAN 2 Jombang Baihaqi membenarkan adanya kejadian tersebut.
Ia menyebut pihak sekolah telah berkoordinasi dengan SPPG dan makanan yang bermasalah langsung diganti.
“Sudah kami konfirmasi ke SPPG dan saat itu juga langsung diganti,” katanya.
Baca Juga: Imbas Keracunan Santri, SPPG Penyedia MBG di Mojoagung Jombang Disetop Sementara
Baca Juga: Imbas Keracunan Santri, SPPG Penyedia MBG di Mojoagung Jombang Disetop Sementara
Kepala SPPG Pulolor, Atmi Prayitno, juga mengakui adanya temuan ulat dalam menu MBG tersebut.
Ia menjelaskan, pada hari kejadian pihaknya menyalurkan sekitar 1.600 porsi makanan dengan menu fuyunghai, kentang, dan edamame.
Menurutnya, dari hasil evaluasi internal, hanya satu ompreng yang ditemukan terdapat ulat.
Ia menduga sumbernya berasal dari bahan baku edamame.
“Diduga dari edamame, dan ulat itu posisinya sudah mati saat proses steam. Saya akui ada kelalaian di pemilihan bahan baku,” ungkapnya.
Sebagai tindak lanjut, pihak SPPG langsung menarik menu yang bermasalah dan menggantinya.
Selain itu, supplier edamame yang digunakan juga telah diputus kontraknya.
“Kami pastikan hanya satu itu saja. Sudah kami tarik dan ganti. Supplier sudah kami putus kontrak, dan ke depan kami tidak lagi menggunakan edamame,” tegasnya.
Pihak SPPG juga memastikan akan memperketat pengawasan bahan baku agar kejadian serupa tidak terulang. (riz)