RadarJombang.id - Permintaan tas hajatan yang biasa digunakan untuk parcel Lebaran meningkat menjelang Hari Raya Idul fitri. Lonjakan pesanan ini dirasakan para perajin tas di Dusun Sidokampir, Desa Budugsidorejo, Kecamatan Sumobito.
Didin Hari Prasetyo, 36, salah satu perajin setempat, mengatakan pesanan tas parcel Lebaran tahun ini meningkat cukup signifikan dibanding hari biasa.
”Menjelang Lebaran banyak pesanan, khususnya tas untuk parcel Lebaran,” ujarnya.
Peningkatan pesanan mencapai hampir 50 persen. Bahkan, tingginya permintaan membuat stok tas yang tersedia sering kali habis.
”Pesanannya naik hampir 50 persen dibanding hari-hari biasa. Sampai-sampai kami tidak ada stok,” katanya.
Baca Juga: Kreatif! Pemuda Asal Bareng Jombang Ini Bikin Kerajinan Sablon Cukil Berbahan Kayu
Untuk memenuhi permintaan tersebut, produksi tas juga ditingkatkan. Jika biasanya hanya memproduksi ratusan lusin per hari, kini jumlahnya bisa mencapai sekitar 1.000 lusin.
”Produksi sehari biasanya ratusan lusin. Sekarang bisa sampai 1.000 lusin. Tapi kalau per orang pengepul tidak sampai sebanyak itu, karena di sini ada yang menjahit sendiri-sendiri,” ujarnya.
Meningkatnya pesanan juga berdampak pada penambahan tenaga kerja. Para perajin harus menambah pegawai agar pesanan dapat diselesaikan tepat waktu.
Didin menambahkan, harga tas juga mengalami kenaikan sekitar 30 persen. Untuk tas model serut yang biasanya digunakan dalam hajatan, harga paling murah sekitar Rp 15.000 per lusin. Sementara tas parcel Lebaran dengan kualitas lebih baik atau yang sudah bersablon dijual antara Rp 15.000 hingga Rp 20.000 per lusin, dan yang paling mahal sekitar Rp 25.000 per lusin.
”Harga tergantung kain dan ukuran tas parselnya, kami menjualnya juga dalam bentuk lusinan,” ujarnya.
Model dan bahan tas yang diproduksi saat ini mulai mengalami perubahan. Jika sebelumnya banyak menggunakan sablon, kini sebagian besar dibuat dengan desain yang lebih sederhana.
”Tahun ini banyak model-model terbaru,” katanya. (fid/riz)
Editor : Anggi Fridianto