RadarJombang.id - Setelah 30 hari digembleng berpuasa Ramadan, Idul Fitri merupakan hari kemenangan. Menang dari belenggu nafsu. Terutama nafsu kikir. Sebagaimana disebutkan dalam Surat Alhasyr 9 dan Surat Attagabun 16. Dan barangsiapa yang diselamatkan dari kekikiran dirinya, maka mereka itulah orang-orang yang beruntung.
Allah Ta’ala berfirman di Surat Albaqarah 268; Setan selalu menakut-nakuti dengan kemiskinan dan menyuruh berbuat kikir. Sedang Allah Ta’ala menjanjikan ampunan dan karunia.
Beruntunglah orang yang saat Lebaran memperbanyak silaturahmi dan berbagi. Seperti yang dilakukan Wakil Ketua DPRD Jombang, HM Syarif Hidayatullah ST MMT (Gus Sentot).
’’Pada malam takbiran, ada banyak yang mengundang saya. Tapi yang saya bisa hadiri hanya lima titik,’’ kata pengasuh Asrama Sulaiman Bilqis dan Bilqis 2 PP Darul Ulum Rejoso ini. Gus Sentot mengutamakan yang dekat rumah. ’’Karena jalanan banyak yang ditutup,’’ ucap alumnus S2 Teknik Industri ITS Surabaya yang kini dosen di Universitas Islam Tribakti Kediri.
Pada setiap titik, ketua DPC Demokrat Jombang ini menyumbang panitia dan memberi sangu ratusan anak-anak. ’’Tiap titik antara 200 sampai 400 anak. Pahalanya saya tujukan untuk orang tua dan mbah-mbah saya,’’ ujar putra KH Rifai Romly dan Hj Ummu Aiman binti KH Mahrus Ali Lirboyo ini.
Malam takbiran sekaligus malam Idul Fitri sangat istimewa. ’’Ini termasuk malam yang doa-doa sangat mudah dikabulkan,’’ kata ketua Perkemi dan PSSI Jombang ini. Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi wa sallam bersabda; Lima malam yang tidak akan ditolak doa di dalamnya. Malam pertama bulan Rajab. Malam pertengahan bulan Syakban. Malam Jumat. Malam Idul Fitri dan malam Idul Adha.
Menghidupkan malam Idul Fitri dengan takbiran sangat penting. ’’Nabi bersabda; Brangsiapa menghidupkan malam Idul Fitri dan Idul Adha, maka hatinya tidak akan mati pada hari ketika hati-hati mati,’’ kata ketua MPC Pemuda Pancasila Jombang kelahiran 23 Maret 1975 ini.
Gus Sentot membagi kunjungan ke lokasi takbir keliling menjadi dua. Ada yang pemberangkatan. Ada yang pembagian hadiah di garis finish. ’’Yang belum bisa saya datangi, mudah-mudahan bisa saya hadiri pada takbiran Idul Adha atau Idul Fitri tahun-tahun berikutnya,’’ ungkapnya.
(jif/naz)
Editor : Anggi Fridianto