Radarjombang.id – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Mojoagung, Kabupaten Jombang pada Sabtu (21/3) malam memicu luapan Kali Gondang.
Debit air yang meningkat membawa material bambu hingga menghantam jembatan di Dusun Kalibening, Desa Tanggalrejo.
Akibatnya, bagian sayap jembatan dilaporkan roboh setelah tersangkut bambu yang hanyut terbawa arus.
Kerusakan ini membuat akses utama warga Kalibening menuju Mojoagung terganggu.
Kepala Desa Tanggalrejo, Dimas Wahyu Ramadhana, menjelaskan peristiwa bermula saat hujan turun cukup deras sejak sore hingga malam hari.
Air sungai kemudian meluap dan membawa rumpun bambu yang tersangkut di jembatan.
“Awalnya hujan deras, lalu air Kali Gondang meluap.
Ada bambu hanyut dan tersangkut di jembatan Kalibening, akhirnya sayap jembatan roboh,” ujarnya.
Pihak desa langsung berkoordinasi dengan BPBD Jombang usai kejadian.
Petugas kemudian datang ke lokasi untuk melakukan penanganan awal dengan memasang garis pembatas demi keselamatan warga.
“Sudah kami laporkan ke BPBD Jombang, dan sudah dipasang garis pembatas agar warga lebih hati-hati saat melintas,” kata Dimas.
Ia menegaskan jembatan tersebut merupakan akses vital bagi masyarakat.
Kerusakan yang terjadi dikhawatirkan berdampak pada mobilitas warga, terutama aktivitas harian dan distribusi hasil pertanian.Baca Juga: Desa Tanggalrejo, Kecamatan Mojoagung Jombang Gelar Tradisi Haul Leluhur dan Sesepuh Masyarakat, Ini Tujuannya
“Jembatan ini akses utama warga Kalibening ke Mojoagung dan sekitarnya. Kalau rusak seperti ini tentu sangat mengganggu,” ucapnya.
Dimas juga berharap instansi terkait segera turun tangan melakukan penanganan lanjutan. Mengingat, kewenangan jembatan berada di Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS).
“Harapan kami Dinas PUPR Jombang dan BBWS segera bersikap. Apalagi sebelumnya tanggul di sekitar jembatan juga sudah terkikis, tapi belum ada tindak lanjut sampai sekarang,” pungkasnya. (ang)
Editor : Anggi Fridianto