Radarjombang.id – Penanganan tebing longsor di ruas jalan Wonosalam–Jabung, tepatnya di Desa Carangwulung, Kecamatan Wonosalam, belum dapat direalisasikan. Pemkab Jombang masih menghitung kebutuhan anggaran untuk perbaikan tebing yang longsor sejak akhir Februari lalu.
’’Sekarang masih kita inventarisasi dulu untuk penanganannya,’’ kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Jombang, Imam Bustomi, melalui Kepala Bidang Bina Marga, Agung Setiaji, (5/3).
Kerusakan berskala kecil masih memungkinkan ditangani melalui anggaran yang tersedia lewat pemeliharaan. Namun untuk penanganan tebing longsor di lokasi tersebut diperkirakan membutuhkan biaya cukup besar.
’’Untuk yang ini kelihatannya butuh anggaran cukup besar,’’ ucapnya.
Selain itu, penanganan melalui Belanja Tidak Terduga (BTT) dinilai tidak bisa langsung menggunakan konstruksi permanen. Opsi sementara yang memungkinkan dilakukan menggunakan bronjong. ’’Kalau menggunakan BTT konstruksinya belum bisa permanen. Paling tidak bronjong, tapi itu juga butuh lahan lebih luas,’’ jelasnya.
Agung masih berdiskusi dengan sejumlah pihak terkait. Termasuk dengan Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) serta tim anggaran pemerintah daerah untuk menentukan skema penanganan yang memungkinkan.
Sementara ini, di lokasi longsor telah dipasang drum bekas dan lampu pengaman untuk memberi tanda bagi pengendara yang melintas.
’’Untuk sementara dipasang drum dan lampu pengaman supaya pengendara lebih hati-hati,’’ ucapnya.
Ia juga tak menampik bahwa terdapat potensi longsor melebar ke badan jalan jika tidak segera ditangani. Namun hingga saat ini pemkab masih mencari solusi penanganan yang sesuai dengan ketersediaan anggaran dalam dokumen pelaksanaan anggaran (DPA).
Seperti diberitakan sebelumnya, tebing sepanjang sekitar 15 meter di sisi jalan kabupaten Wonosalam–Jabung longsor pada akhir Februari lalu. Lokasinya berada di Desa Carangwulung.
Pantauan di lapangan, sebagian tebing di sisi kiri jalan mengalami ambrol. Petugas memasang pembatas dan drum sebagai penanda agar pengendara lebih waspada saat melintas. Camat Wonosalam Yudha Asmara mengatakan kejadian tersebut telah dilaporkan ke Dinas PUPR Jombang untuk penanganan lebih lanjut.
“Tebing itu longsor akhir bulan lalu. Sudah kami laporkan ke PUPR dan tinggal menunggu langkah perbaikan,” ujarnya.
Dalam dua hari sebelumnya, wilayah Wonosalam juga mengalami beberapa kejadian longsor di titik berbeda. Sebagian telah ditangani bersama warga melalui kerja bakti. Namun untuk tebing di tepi jalan kabupaten masih menunggu penanganan dari pemerintah daerah. (ang)
Editor : Anggi Fridianto