Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Tradisi Lama Rasa Global, Santri Pondok Al Aqobah Jombang Ngaji Arab, Indonesia Hingga Inggris Selama Ramadan

Achmad RW • Selasa, 24 Februari 2026 | 08:20 WIB

Suasana sore di Pondok Pesantren Al Aqobah 4, Desa Kwaron, Kecamatan Diwek, terasa berbeda saat Ramadan
Suasana sore di Pondok Pesantren Al Aqobah 4, Desa Kwaron, Kecamatan Diwek, terasa berbeda saat Ramadan

RadarJombang.id – Suasana sore di Pondok Pesantren Al Aqobah 4, Desa Kwaron, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang terasa berbeda saat Ramadan.

Lantunan kitab kuning terdengar seperti biasa, namun di sela-sela pembacaan teks Arab gundul, terselip terjemahan bahasa Inggris dan bahasa Indonesia. Tradisi lama hadir dengan pendekatan baru.

Di ruang pengajian, para santri menyimak bacaan kitab klasik. Teks dibaca dalam bahasa Arab, lalu maknanya diurai bergantian dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris.

Metode tiga bahasa ini membuat kajian terasa dinamis.

Santri tidak sekadar memahami struktur nahwu dan sharaf, tetapi juga belajar merangkai istilah keislaman dalam bahasa internasional.

Pengasuh Ponpes Al Aqobah Jombang, KH Akhmad Khanzul, menuturkan metode tersebut menjadi bagian dari integrasi pendalaman kitab dan penguatan bahasa.

”Salah satu metode yang kita gunakan ngaji bilingual kitab kuning atau ngaji dengan makna bahasa Inggris sehingga ngaji itu menjadi sesuatu yang terintegrasi.

Jadi kita mengkombinasikan beberapa aspek nahwu sorofnya juga masuk dengan metode absilati, kemudian khas kitab kuningnya istilahnya makna Jawanya juga kita pertahankan dan juga makna dari kosakata sari kitab itu kita terjemahkan dengan bahasa Inggris,” ujarnya.

Bagi KH Akhmad Khanzul, pembiasaan bahasa Inggris dalam kajian kitab menjadi bekal penting bagi santri.

”Tentu karena ngajinya dengan bahasa Inggris ala kitab kuning, sehingga nanti ketika anak-anak mensyiarkan Islam di luar negeri sana mereka sudah terbiasa dengan bahasa Inggris yang kaitannya dengan tema-tema keislaman,” katanya.

Bagi para santri, metode ini memberi warna tersendiri selama Ramadan. Selliky Rizkiyah Putri dan Sella Kharisma Putri mengaku tertantang sekaligus senang mengikuti pengajian tiga bahasa tersebut.

”Kita di bulan Ramadan banyak hal yang bisa kita dapatkan, ngaji lebih banyak juga dapat ilmu untuk memperluas wawasan memaksimalkan hari yang kita jalani di bulan Ramadan ini. Alhamdulillah meski ada kesulitan kami tetap dilatih dan didampingi untuk menyelesaikan,” tuturnya. (riz/naz)

 

Editor : Anggi Fridianto
#desa kwaron #Jombang #Pondok Pesantren Al Aqobah #Ngaji Kitab Kuning #kecamatan diwek