Radarjombang.id - Pedagang buah Pasar Ploso Jombang mengaku jualannya laris manis meski menempati kios baru di Pasar Buah Sub Terminal Ploso.
Meski begitu, menjamurnya kembali aktivitas jual beli di area depan Pasar Ploso dinilai bisa diikuti pedagang lainnya.
Aziz, pedagang buah, menyebut pasar baru memberi dampak positif. Omzetnya justru naik. ”Pedagang buah di sini malah ramai, karena sudah khusus buah. Jadi kalau orang mau beli buah, pasti ke sini,” ujarnya.
Meski begitu, ia menyoroti masih adanya pedagang yang berjualan di depan Pasar Ploso. Seban, sebelumnya area tersebut disepakati steril dari lapak pedagang. ”Mengatur pasar memang agak susah. Padahal rencananya depan harus steril,” imbuhnya.
Menurutnya, jika aktivitas pedagang di depan pasar dibiarkan, ke depan akan mematikan kios/lapak yang berjualan di dalam pasar. ”Kalau sudah begitu, pedagang yang di dalam akan ikut jualan di luar, jadi semrawut lagi,” bebernya.
Hal senada disampaikan Basuki, 55, pedagang kelapa. Ia menilai keberadaan pedagang di luar area resmi justru merugikan mereka yang sudah pindah ke bangunan baru.
”Kalau sudah niat bangun, ya segera ditata lagi. Jangan sampai bangunan baru ini percuma, nggak ada yang menempati,” tegas warga Desa Rejoagung, Kecamatan Ploso.
Pedagang berharap Disdagrin konsisten dan tegas dalam menertibkan pedagang yang masih berjualan di depan pasar.
Teguran yang sudah diberikan dinilai belum cukup, karena praktik jualan di luar area resmi tetap berlangsung. ”Semoga pemerintah tegas dalam menata pasar, biar semuanya nyaman cari nafkah,” tandasnya. (fid/naz)
Editor : Anggi Fridianto