Radarjombang.id – Akses menuju situs Petirtaan Sumberbeji di Desa Kesamben, Kecamatan Ngoro kembali diblokir.
Pemblokiran dilakukan pemilik tanah yang menjadi jalur masuk utama ke situs cagar budaya nasional tersebut, lantaran menagih kompensasi kepada pengelola.
Seperti yang terlihat hingga Selasa (17/2) siang, akses utama menuju ke situs ditutup dengan batang bambu. ”Memang sengaja saya tutup itu, sejak kemarin (16/2),” terang Imadudin, pemilik tanah.
Udin, sapaan akrabnya, menyebut penutupan itu karena kesepakatan kompensasi sebelumnya tidak ditepati.
”Alasannya karena kompensasi omongan tahun kemarin tidak sesuai, dan tidak ada konfirmasi dan pembayaran lagi,” lontarnya.
November 2024 lalu, pemblokiran serupa pernah terjadi. Saat itu akses dibuka kembali setelah ada kesepakatan pembayaran. Menurut Udin, jalan yang dipakai sebagai akses masuk adalah bagian dari sawah miliknya.
”Itu tanah keluarga saya, ada SHM-nya juga atas nama kakek saya, dan karena di dalam dipakai bisnis, ada tarikan ke pedagang, ya menurut saya wajar kalau saya minta kompensasi,” ucapnya sambil menunjukkan sertifikat tanah.
Ia menegaskan akan terus menutup akses hingga ada kejelasan kompensasi.
”Saya ndak minta muluk-muluk, kita deal di angka Rp 6 juta untuk kompensasi setahun juga ndak masalah kok, yang penting kesepakatannya tertulis,” pungkasnya.
Kepala Desa Kesamben WS Yudha membenarkan adanya penutupan akses tersebut. ”Iya memang sejak Senin kemarin diblokir lagi, intinya minta kompensasi lagi, mintanya Rp 10 juta pertahun, kan ya tidak mungkin mampu,” lontarnya.
Yudha menjelaskan, kawasan Petirtaan Sumberbeji dikelola BUMDes. Namun, pendapatan dari kios dan parkir tidak cukup untuk memenuhi permintaan pemilik tanah.
”Ya tidak cukup, makanya sebelumnya juga cuma bisa memberi Rp 2 juta saja,” tambahnya.
Ia juga menyoroti status jalan yang dipersoalkan. “Meskipun dia punya SHM, tapi di peta blok Desa Badang, jelas jalan itu sudah ada sejak dulu, jadi harusnya kan tidak seperti itu juga,” tegasnya.
Untuk sementara, Pemdes Kesamben belum bisa mengambil langkah membuka blokade. ”Kita sudah lapor ke bu Camat juga, diharapkan nanti dijembatani, dan sementara untuk akses memang tidak bisa lagi, ada akses kecil lewat timur, tapi jalannya masih tidak bagus,” pungkasnya. (riz/naz)
Editor : Anggi Fridianto