Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Jelang Ramadan, Harga Daging Ayam di Jombang Tembus Rp 40 Ribu per Kg

Azmy endiyana Zuhri • Kamis, 12 Februari 2026 | 08:38 WIB
Pedagang daging pasar Ngoro saat melayani pembeli
Pedagang daging pasar Ngoro saat melayani pembeli

Radarjombang.id – Kenaikan harga kebutuhan pokok mulai dirasakan masyarakat Jombang menjelang Ramadan. Tidak hanya bumbu dapur, harga daging ayam broiler di pasar tradisional juga naik cukup tajam.

Slamet, pedagang daging ayam potong di Pasar Ngoro, mengungkapkan lonjakan harga terjadi dalam beberapa pekan terakhir.

Jika bulan lalu harga ayam broiler masih berada di kisaran Rp 33 ribu per kilogram, awal bulan sempat naik menjadi Rp 34 hingga Rp 35 ribu per kilogram.

”Sekarang sudah naik lagi jadi Rp 40 ribu per kilogram,” ujarnya.

Menurut Slamet, tren kenaikan harga bahan pokok menjelang Ramadan bukan hal baru.

Kondisi serupa hampir selalu terjadi setiap tahun.

Faktor utama pemicu kenaikan harga dipengaruhi tingginya permintaan pasar.

”Setiap mau Ramadan memang biasanya naik. Permintaan tinggi, sementara pasokan sedikit berkurang,” katanya.

Ia menjelaskan, meningkatnya kebutuhan daging ayam tidak hanya berasal dari konsumsi rumah tangga. Kebutuhan dalam jumlah besar juga datang dari berbagai kegiatan sosial masyarakat.

”Permintaan untuk kebutuhan MBG juga tinggi, jadi stok di pasaran ikut terpengaruh,” terangnya.

Meski harga terus merangkak naik, Slamet mengaku permintaan dari pembeli relatif stabil.

Daging ayam broiler tetap menjadi salah satu komoditas utama yang diburu masyarakat.

”Permintaan tetap ada, karena memang sudah jadi kebutuhan,” tambahnya.

Kenaikan harga ini turut dikeluhkan pembeli. Suhartatik, salah satu warga yang berbelanja di Pasar Ngoro, mengaku merasakan dampak kenaikan harga bahan pokok.

”Kalau mau Ramadan harga memang selalu naik. Tapi harapannya jangan terlalu tinggi,” ujarnya.

Untuk menyesuaikan dengan kondisi keuangan, ia terpaksa mengurangi jumlah pembelian.

Hampir seluruh bahan pangan mengalami kenaikan harga.

”Ya harus beli sedikit-sedikit, karena semua harga naik,” keluhnya.

Sementara itu, Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagrin) Jombang mengakui adanya kenaikan harga bahan pokok menjelang Ramadan.

Kabid Sarana Perdagangan dan Bapokting Disdagrin Jombang, Yustinus Harris Eko Prasetijo, menyebut kondisi tersebut masih dalam tren musiman.

”Menjelang Ramadan memang ada kenaikan harga bapokting,” katanya.

Namun, untuk agenda pasar murah maupun operasi pasar, hingga kini belum dapat dilaksanakan. Keterbatasan anggaran menjadi kendala utama.

”Belum ada kegiatan pasar murah atau operasi pasar karena tidak ada anggaran. Ini dampak efisiensi anggaran,” jelasnya.

Meski demikian, pihaknya tetap berupaya menjaga stabilitas pasokan di pasaran.

Disdagrin menjalin kerja sama dengan distributor berbagai komoditas strategis.

”Pemerintah melakukan kerja sama dengan distributor beras, ayam, dan bahan pokok lainnya agar tetap mengeluarkan barangnya ke pasar,” pungkasnya.(yan/naz)

Editor : Anggi Fridianto
#meningkat #Harga Daging Ayam #jelang ramadan #pasar tradisional #harga bahan baku #Disdagrin Jombang #Jombang #pasar ngoro #naik