Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Petani Gedongombo Jombang Menangis, Baru Tanam Ulang Sawah Kebanjiran Lagi

Ainul Hafidz • Rabu, 11 Februari 2026 | 14:43 WIB

 

 

  KEBANJIRAN: Sawah ditanami padi di Desa Gedongombo, Kecamatan Ploso kembali terdampak banjir luberan Kali Marmoyo.
KEBANJIRAN: Sawah ditanami padi di Desa Gedongombo, Kecamatan Ploso kembali terdampak banjir luberan Kali Marmoyo.

Radarjombang.id - Banjir kembali melanda Desa Gedongombo, Kecamatan Ploso. Sedikitnya 100 hektare sawah di desa setempat terendam banjir sejak, Kamis (5/2/). Meski, Jumat (6/2) kondisi air mulai berangsur surut, dampak banjir masih dirasakan.

Kades Gedongombo Lasiman mengatakan, banjir kembali terjadi akibat meluapnya air Kali Marmoyo. Beberapa dusun yang terdampak di antaranya Dusun Balong, Gedong, Kalianyar, Sukoanyar, dan Dusun Kalimati. ”Wilayah itu memang pasti banjir ketika air Kali Marmoyo meluap. Apalagi kemarin ada tanggul jebol di Jatigedong, airnya mengalir ke utara dan sampai ke Gedongombo,” ujarnya.

Banjir kali ini merendam sekitar 100 hektare sawah dan sudah berlangsung selama dua hari. Ironisnya, kejadian ini terjadi tidak sampai satu bulan setelah banjir sebelumnya. ”Pertengahan Januari itu sudah banjir, awal Februari ini banjir lagi. Jadi belum ada satu bulan, kebanjiran lagi” imbuhnya.

Akibat banjir berulang tersebut, banyak petani mengalami kerugian besar. Tanaman padi yang sebelumnya mati terendam banjir sudah ditanam ulang, bahkan ada petani yang menanam hingga dua sampai tiga kali. ”Dari 100 hektare yang kebanjiran, sekitar 20 hektare lebih itu yang kemarin tanam ulang padi. Usia tanamannya sekarang belum ada satu minggu sudah kebanjiran lagi,” ungkap Lasiman.

Kondisi ini membuat petani semakin tertekan. Selain biaya yang sudah dikeluarkan, ketersediaan bibit juga menjadi kendala. ”Petani banyak yang sudah kesel. Biaya sudah habis, nyari bibit juga susah. Kalau tanam lagi malah tambah rugi,” ujarnya.

Pemdes berharap ada penanganan yang lebih menyeluruh Kali Marmoyo. Meski pembersihan sumbatan sungai sudah dilakukan di Kecamatan Kudu. ”Mudah-mudahan pembersihan itu ke depan bisa sampai ke arah barat, ke wilayah Sidokaton (Kecamatan Kud) dan Gedongombo,” katanya.

Selain pembersihan sumbatan, normalisasi sungai juga sangat dibutuhkan sebagai solusi jangka panjang. ”Harusnya ada normalisasi, karena sungainya sudah dangkal. Pembersihan sumbatan itu sifatnya jangka pendek, tapi untuk ke depan perlu penanganan yang lebih serius,” ujarnya. (fid/naz)

Editor : Anggi Fridianto
#meluap #petani #sawah kebanjiran #kali marmoyo #disperta jombang #Jombang #petani merugi #Dampak Banjir #Saahuun #Pemkab Jombang #utara brantas #Jatigedong #banjir genangi jalan #Kecamatan Ploso #kecamatan ngusikan #kecamatan kabuh #Desa