Radarjombang.id – Upaya pengendalian wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Kabupaten Jombang terus dikebut. Dinas Peternakan (Disnak) Jombang menerima tambahan jatah 18 ribu dosis vaksin PMK tahap pertama yang langsung didistribusikan ke lapangan.
’’Jombang mendapat tambahan 18 ribu dosis vaksin PMK. Sejak kemarin (6/2) vaksinasi sudah berjalan, ditangani 13 tim vaksinator,’’ kata Kepala Disnak Jombang, Moch Saleh, melalui Kepala Bidang Kesehatan Hewan drh Azis Daryanto.
Vaksin tersebut mulai disuntikkan awal Februari oleh 13 tim vaksinator yang tersebar di seluruh wilayah Jombang.
’’Ribuan dosis vaksin itu akan diberikan secara bertahap sepanjang Februari,’’ ucapnya. Sementara sisanya akan dilanjutkan pada bulan-bulan berikutnya, menyesuaikan kebutuhan di lapangan.
Vaksinasi menjadi langkah utama untuk memutus rantai penularan PMK. Terlebih saat ini Jombang masih berada di puncak musim penghujan yang rawan memicu perkembangan virus.
’’Musim hujan membuat kondisi kandang lembab. Ini sangat ideal bagi virus PMK berkembang. Karena itu kami minta peternak segera memanfaatkan program vaksinasi ini,’’ tegasnya.
Disnak Jombang juga rutin melakukan penyemprotan disinfektan di sejumlah pasar hewan dan sentra perdagangan ternak. Di antaranya Pasar Hewan Kabuh, Ploso, Tambar, Ngoro, Sidowarek, hingga Mojoagung. Kegiatan tersebut dilakukan minimal seminggu sekali.
Munculnya kembali kasus PMK dipengaruhi beberapa faktor. Selain cuaca ekstrem, masih banyak populasi ternak rentan seperti pedet yang belum divaksin. Serta lalu lintas ternak dari luar daerah dengan riwayat kesehatan yang tidak jelas.
’’Pergerakan ternak antarwilayah juga menjadi faktor risiko,’’ ucapnya.
Disnak mengimbau peternak untuk segera melapor apabila menemukan gejala PMK. Seperti lepuh di mulut dan kuku. Air liur berlebihan, hingga penurunan nafsu makan. Peternak juga diminta mengisolasi ternak sakit serta menerapkan biosekuriti ketat di kandang.
Salah satu peternak sapi di Desa Banyuarang, Kecamatan Ngoro, Joko Mulyono, mengaku terbantu dengan program vaksinasi tersebut.
’’Alhamdulillah ternak kami sudah divaksin. Semoga kegiatan seperti ini rutin dilakukan supaya kami lebih tenang beternak,’’ harapnya.(yan/jif)
Editor : Anggi Fridianto