Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Anggaran Sampah Jombang 2026 Dipangkas Rp 1,2 Miliar, DLH Pastikan Layanan Tetap Aman

Anggi Fridianto • Selasa, 10 Februari 2026 | 16:14 WIB

 

 

   MENGGUNUNG: Tumpukan sampah di new landfill TPA Gedangkeret Banjardowo.   
  MENGGUNUNG: Tumpukan sampah di new landfill TPA Gedangkeret Banjardowo.  

Radarjombang.id – Anggaran penanganan sampah di Jombang pada 2026 mengalami pemangkasan hampir Rp 1,2 miliar dibandingkan tahun sebelumnya. Meski demikian, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jombang memastikan penurunan anggaran tersebut tidak berdampak pada kualitas pelayanan pengelolaan sampah kepada masyarakat.

Kepala DLH Jombang Miftahul Ulum melalui Sekretaris Dinas Amin Kurniawan menegaskan, penurunan anggaran tidak berdampak pada pelayanan kepada masyarakat.

”Ya memang ada penurunan. Namun, kami pastikan operasional pelayanan secara kualitas tidak terganggu. Anggaran aman, layanan tetap berjalan,” katanya.

Data DLH Jombang mencatat, total anggaran penanganan sampah 2025 sebesar Rp 15.411.556.580. Sementara pada 2026, dialokasikan Rp 14.215.067.876 atau turun Rp 1,2 miliar.

Penurunan anggaran paling signifikan terjadi pada pos pembangunan TPA/TPST/SPA/TPS-3R/TPS. Pada 2025, anggaran mencapai Rp 2.304.966.950, sementara 2026 hanya dialokasikan Rp 542.319.652.

Beberapa pos justru mengalami kenaikan. Anggaran pengangkutan sampah meningkat dari Rp 3.765.985.990 menjadi Rp 4.167.222.950. Operasional dan pemeliharaan sarana prasarana penanganan sampah juga naik dari Rp 2.315.058.400 menjadi Rp 2.555.857.374.

Penyesuaian hanya terjadi pada sektor infrastruktur. Pada 2026, pembangunan fasilitas pengelolaan sampah hanya dilakukan pada satu titik.

”Hanya ada penyesuaian di infrastruktur yang dibangun. Tahun ini hanya satu, kondisinya sama, anggaran turun,” ujarnya.

DLH Jombang memastikan seluruh kegiatan pengelolaan sampah, mulai dari pengangkutan, pengolahan, hingga pemrosesan akhir, tetap menjadi prioritas meski anggaran mengalami penurunan.

Seperti diberitakan sebelumnya, persoalan sampah masih menjadi pekerjaan rumah besar bagi Pemkab Jombang. Timbunan mencapai sekitar 530 ton per hari, hanya sekitar 157 ton yang berhasil tertangani. Sisanya, ratusan ton sampah masih tercecer di pekarangan rumah warga atau tidak terangkut ke TPA Gedangkeret, Desa Banjardowo.

Kondisi itu membuat pemerintah daerah menaruh perhatian serius. Tahun ini, anggaran penanganan sampah digelontorkan hingga Rp 14,21 miliar. Dana tersebut difokuskan untuk menjaga keberlanjutan layanan sekaligus memperkuat sistem pengelolaan dari hulu hingga hilir. (ang/fid)

Editor : Anggi Fridianto
#Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) #Resik Resik Sampah #Sampah sungai #sampah #Sampah Mikroplastik #Pengelolaan sampah #Hari peduli sampah nasional 2026 #sampah jombang #Jombang #Pemkab Jombang #dinas lingkungan #Sampah organik #anggaran penanganan sampah #Sampah perkotaan #pengelolaan sampah TPS3R #pusat pengolahan sampah terpadu #DLH Jombang