Radarjombang.id - Jebolnya tanggul darurat Kali Marmoyo mengakibatkan ratusah hektare tanaman padi di Kecamatan Ploso tergenang.
Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Imam Rosyadi menuturkan, areal sawah yang tergenang ditaksir mencapai ratusan hektare.
”Kalau dari pantauan sampai hari ini ada lebih dari 100 hektare yang masih terendam air,” terang Imam Rosyadi, Jumat (6/2).
Wilayah Desa Gedongombo terdampak paling parah. Selain itu, banjir juga merendam areal sawah di Desa Jatigedong.
Jika kondisi seperti ini terus bertahan, bakal berdampak pada hasil panen petani. ”Usia tanaman padi rata-rata 30-40 hari tanam,” bebernya.
Imam menyebut rendaman air yang terlalu lama pada padi dipastikan akan menganggu pertumbuhan tanaman. Seperti tumbuh daun yang tak akan maksimal, hingga pertumbuhan buah yang nantinya juga tidak akan baik.
”Kalau dampaknya ya pasti ke hasil panen nanti, kerusakannya paling tidak sudah 50 persen, dan penurunannya ya sekitar itu. Bisa mengupayakan dengan treatment khusus, itupun juga tidak akan pulih sepenuhnya,” lontarnya.
Menurutnya, areal persawahan di Desa Jatigedong kerap jadi langganan banjir. Bahkan biaya operasional petani membengkak lantaran harus berulang kali tanam. ”Seperti di Jatigedong itu ada yang sudah lebih dari 3 kali tanam, tapi risikonya kalau mau tanam ulang sekarang pasti kesulitan cari benihnya,” pungkasnya. (riz/naz)
Editor : Anggi Fridianto