JOMBANG – Jebolnya tanggul darurat di aliran Kali Marmoyo di Desa Jatigedong, Kecamatan Ploso Jombang hingga kini belum tertangani.
Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Jombang masih menyiapkan material untuk menutup tanggul.
Pantauan di lokasi hingga Jumat (6/2) siang, kondisi tanggul darurat yang jebol masih menganga. Tumpukan material sandbag yang sebelumnya untuk penguat tanggul banyak yang hanyut terbawa arus.
Beruntung debit Kali Marmoyo menurun, sehingga air tak lagi melimpas. Meski begitu, diperkirakan ratusan hektare areal persawahan terancam rusak akibat tergenang banjir.
Dikonfirmasi terpisah, Kabid SDA Dinas PUPR Jombang Sultoni membenarkan belum adanya penanganan pada kerusakan tanggul tersebut. ”Iya memang belum, namun kerusakannya sudah kami inventarisir dan kami sedang menyiapkan upayanya,” terangnya.
Sultoni menyebut, perbaikan tanggul memerlukan waktu. Terutama soal material yang akan digunakan untuk membuat tanggul darurat baru. ”Kalau perbaikannya kami tetap akan melakukannya dengan tanggul darurat, namun diperkuat dari sebelumnya saja,” imbuhnya.
Dinas PUPR menegaskan akan melakukan penanganan tanggul. Saat ini masih menyiapkan material yang dibutuhkan.
”Kalau sebelumnya kan karung kecil, nanti mungkin pakai jumbobag dan anyaman bambu itu, supaya lebih kuat, yang jelas kami pasti tangani kerusakannya,” pungkasnya.
Diberitakan sebelumnya, tanggul darurat Kali Marmoyo di Desa Jatigedong, Kecamatan Ploso, kembali jebol, Kamis (5/2). Air sungai meluber dan menggenangi puluhan hektare sawah warga yang sudah ditanami padi.
Perangkat desa, Ahmad Kariyoto, menyebut jebolnya tanggul diketahui pagi hari. ”Tadi pagi jebolnya, yang di sudetan pinggir Marmoyo,” ujarnya.
Ia menambahkan, tanggul tersebut sempat jebol Januari lalu dan ditangani darurat. Namun, derasnya hujan di hulu sejak Rabu sore membuat debit sungai naik dan tanggul jebol lagi. ”Bulan lalu itu sudah dibantu tanggul darurat, tapi karena airnya naik sejak pagi, jadinya ambrol lagi,” terangnya.
Kariyoto berharap segera ada penanganan tanggul, terlebih intensitas hujan masih tinggi. (riz/naz)
Editor : Anggi Fridianto