Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

85 Hektare Sawah di Ngusikan Jombang Puso Akibat Banjir, Ini Sikap Dinas Pertanian

Anggi Fridianto • Jumat, 16 Januari 2026 | 06:56 WIB

 

 

TERANCAM GAGAL PANEN: Banjir masih merendam areal sawah Dusun Ketapang Rejo, Desa Ketapankuning, Kecamatan Ngusikan Selasa, (13/1).   
TERANCAM GAGAL PANEN: Banjir masih merendam areal sawah Dusun Ketapang Rejo, Desa Ketapankuning, Kecamatan Ngusikan Selasa, (13/1).  

Radarjombang.id – Banjir yang merendam wilayah Kecamatan Ngusikan berdampak besar pada lahan pertanian.

Puluhan hektare sawah petani dinyatakan gagal panen alias puso. Berdasarkan pendataan Dinas Pertanian Jombang, tercatat 85 hektare tanaman padi mati total.

Kepala Dinas Pertanian Jombang, M Rony, dari 11 desa di wilayah Kecamatan Ngusikan, empat desa mengalami kerugian paling besar.

Di Desa Kedungbogo, 40 hektare sawah masuk kategori puso. Desa Ketapangkuning mencatat 25 hektare sawah terendam, seluruhnya gagal panen, Desa Sumbernongko, 20 hektare sawah yang terendam semuanya puso.

Desa Keboan terdampak banjir 10 hektare, namun tanpa laporan puso. ”Tim kita masih terus melakukan pemantauan dan pendataan di lapangan,” terangnya.

Sebagai langkah, Disperta juga menyiapkan bantuan benih padi kepada petani yang mengalami puso. ”Langkah kita adalah menyiapkan bantuan benih padi untuk yang terkena puso, sebanyak 25 kilogram per hektare,” kata Rony.

Ia menegaskan, bantuan hanya diprioritaskan bagi lahan dengan tanaman mati total. ”Yang tercatat puso saja. Khususnya yang mati masuk kategori puso,” jelasnya. Saat ini, kondisi banjir belum sepenuhnya surut.

”Genangan masih ada tapi berangsur surut,” tandasnya.

Diberitakan sebelumnya, hujan deras yang mengguyur wilayah utara Brantas beberapa hari terakhir menjadi pukulan telak bagi petani. Pasalnya, puluhan hektare tanaman padi yang baru mereka tanam terancam rusak lantaran terendam banjir berhari-hari.

Selain itu, kondisi Kali Marmoyo diduga tak mampu menampung air secara maksimal mengakibatkan air meluap.

Salah satunya dialami petani di Dusun Ketapangrejo, Desa Ketapangkuning, Kecamatan Ngusikan. ”Ini sudah hari keempat tapi genangan belum juga surut,” terang Ketua Kelompok Tani Dusun Ketapang Rejo, Supardi, 54, Rabu (14/1).

Diperkirakan, luasan areal sawah yang tergenang banjir mencapai puluhan hektare. Usia tanaman berkisar 7-13 hari menjadikan tanaman padi terancam mati. ”Kemungkinan tak mampu bertahan, ya gagal panen,” tandasnya.

Menurutnya, biaya operasional yang telah dikeluarkan petani cukup besar. Dengan biaya tanam dan perawatan awal sekitar Rp 5 juta per hektare.

”Kalau dihitung biaya per hektare sekitar Rp 5 juta. Itu sudah biaya tanam dan perawatan awal, tinggal mengalikan saja,” ungkapnya. Petani berharap ada bantuan dari pemerintah untuk meringankan beban petani.

Tidak hanya di Desa ketapangkuning, banjir juga merendam areal sawah di sejumlah desa lainnya di Kecamatan Ngusikan. Antara lain Desa Kedongbogo, Sumbernongko, dan Desa Keboan.  (ang/naz)

 

Editor : Anggi Fridianto
#sawah kebanjiran #sawah terendam banjir #Jombang #Pemkab Jombang #sawah puso #Dinas Pertanian Jombang