Radarjombang.id – Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) kembali menyerang sapi di Kabupaten Jombang pada awal 2026.
Hingga Selasa (13/1), Dinas Peternakan (Disnak) Jombang mencatat 28 ekor sapi terkonfirmasi terjangkit penyakit menular pada hewan berkuku belah tersebut.
Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Jombang Moch Saleh melalui Kepala Bidang Kesehatan Hewan drh Azis Daryanto mengatakan, kemunculan kembali PMK perlu diwaspadai meski jumlah kasus masih relatif rendah dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
”Kasus PMK memang kembali muncul. Namun jika dibandingkan tahun sebelumnya, angkanya masih jauh lebih kecil,” ujar Azis.
Berdasarkan data Disnak, sebaran kasus PMK tersebar di sejumlah kecamatan. Kecamatan Jogoroto menjadi wilayah dengan kasus terbanyak, yakni 11 ekor sapi. Disusul Kecamatan Jombang dan Perak masing-masing 3 kasus.
Kecamatan Bandarkedungmulyo, Bareng, Gudo, dan Sumobito masing-masing 2 kasus. Sementara Kecamatan Kudu, Mojowarno, dan Peterongan masing-masing 1 kasus.
Untuk menekan penyebaran lebih luas, Disnak Jombang telah melakukan langkah antisipasi.
Di antaranya dengan rutin melakukan penyemprotan desinfektan dan pembersihan di pasar hewan setiap dua minggu sekali, serta menggencarkan program vaksinasi PMK.
”Penyemprotan rutin kami lakukan di Pasar Hewan Kabuh, Ploso, Tambar, Ngoro, Sidowarek, dan Mojoagung,” jelasnya.
Azis menambahkan, munculnya kembali PMK dipengaruhi beberapa faktor.
Salah satunya kondisi cuaca yang memasuki puncak musim penghujan sehingga lingkungan menjadi lembab dan mendukung perkembangan virus.
”Selain itu masih ada ternak yang belum divaksin, terutama pedet, serta adanya pemasukan sapi dari luar daerah dengan riwayat vaksinasi yang belum jelas,” tandasnya. (yan/naz)
Editor : Anggi Fridianto