Radarjombang.id – Aset daerah Tirta Wisata di Desa Keplaksari, Kecamatan Peterongan, yang selama ini mati suri bakal dihidupkan kembali.
Bupati Jombang Warsubi menginstruksikan jajarannya menyiapkan konsep pemanfaatan aset seluas 3,5 hektare tersebut.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Jombang Hartono mengatakan, pemanfaatan Tirta Wisata menjadi salah satu tugas yang diberikan langsung Bupati Jombang Warsubi.
”Selama ini Tirta Wisata kurang berfungsi. Makanya kami ditugaskan Pak Bupati, salah satu tugasnya Tirta Wisata harus bisa dimanfaatkan,” kata Hartono.
Untuk penataan dan pengembangan Tirta Wisata ke depan akan difasilitasi melalui anggaran pemerintah daerah. Namun, pelaksanaannya masih menunggu ketersediaan anggaran pada Perubahan APBD (P-APBD). ”Kalau untuk anggarannya nanti akan difasilitasi. Tapi sekarang masih menunggu P-APBD,” imbuhnya.
Sambil menunggu anggaran, Pemkab Jombang menyiapkan konsep awal untuk meramaikan Tirta Wisata melalui kegiatan edukasi lingkungan dan edukasi kebencanaan. Program ini menyasar anak-anak usia taman kanak-kanak (TK) dengan melibatkan kolaborasi lintas organisasi perangkat daerah (OPD).
”Nanti sementara akan kami buat edukasi lingkungan dan edukasi kebencanaan. Jadi anak-anak TK tidak hanya dapat edukasi penanggulangan bencana, tetapi juga edukasi lingkungan,” jelas Hartono.
Konsep tersebut melibatkan Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Jombang. Hartono menyebut, konsep sudah dibahas dan disepakati bersama, tinggal menunggu tahap pelaksanaan.
”Sudah kami rapatkan dan konsepnya sudah ada. Tinggal eksekusi saja. Makanya minggu lalu seluruh OPD juga kerja bakti, salah satunya membersihkan area Tirta Wisata,” kata Hartono yang kini merangkap Plt Kepala Disporapar Jombang ini.
Secara teknis, kegiatan edukasi akan dimulai dari Taman Kebonratu. Di lokasi tersebut, anak-anak TK akan mendapatkan edukasi lingkungan yang disusun DLH. Setelah itu, kegiatan dilanjutkan ke Tirta Wisata untuk edukasi kebencanaan BPBD.
”Misalnya anak-anak diajak praktik menyemprot pakai alat pemadam kebakaran dan kegiatan simulasi lainnya,” kata Hartono.
Selain untuk edukasi, Tirta Wisata juga akan dimanfaatkan sebagai ruang pengembangan ekonomi kreatif. Disporapar Jombang yang membawahi sektor ekonomi kreatif akan menempatkan pelaku usaha dari 17 subsektor ekonomi kreatif di kios-kios yang berada di bagian depan kawasan.
”Misalnya pelukis, pemusik, kuliner, dan sebagainya akan kami fasilitasi di kios-kios. Dengan catatan, kios tersebut dialihfungsikan,” terang Hartono.
Ke depan kios-kios tersebut tidak lagi disewakan seperti sebelumnya. Melainkan dimanfaatkan untuk mendukung aktivitas dan kinerja Tirta Wisata. ”Tujuan utamanya untuk menghidupkan kembali Tirta Wisata. Selama ini kesannya tidak berfungsi atau dibiarkan terbengkalai,” tegasnya.
Berbagai event ke depan juga akan diarahkan untuk digelar di kawasan Tirta Wisata. Dengan konsep yang sudah matang, Pemkab Jombang optimistis Tirta Wisata dapat kembali menjadi ruang publik yang aktif dan bermanfaat bagi masyarakat. ”Intinya untuk meramaikan Tirta Wisata. Konsepnya sudah ada, tinggal pelaksanaan,” katanya. (fid/naz)
Editor : Anggi Fridianto