Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Jembatan Antarkecamatan di Jombang Sempit, Dinas PUPR Siapkan Pelebaran Kalianyar–Selorejo Tahun Ini

Ainul Hafidz • Selasa, 13 Januari 2026 | 14:36 WIB

 

   MENYEMPIT: Kondisi jembatan ruas Kalianyar-Selorejo di Desa Jarakkulon, Kecamatan Jogoroto yang sebelumnya tak masuk dalam kegiatan pelebaran jalan.   
  MENYEMPIT: Kondisi jembatan ruas Kalianyar-Selorejo di Desa Jarakkulon, Kecamatan Jogoroto yang sebelumnya tak masuk dalam kegiatan pelebaran jalan.  

 

 

Radarjombang.id – Pelebaran jalan kabupaten ruas Kalianyar–Selorejo Jombang menyisakan persoalan di sejumlah titik.

Sejumlah jembatan yang tidak ikut dilebarkan kini menjadi titik penyempitan arus lalu lintas dan berpotensi memicu kecelakaan.

Salah satunya berada di jembatan Desa Jarakkulon, Kecamatan Jogoroto. Kondisi jalan di sekitar lokasi sudah dilebarkan hingga sekitar 7 meter.

Namun lebar jembatan masih sekitar 5 meter. Perbedaan lebar tersebut membuat arus lalu lintas menyempit saat melintas di jembatan.

”Jalannya di sini sudah lebar, hanya jembatan saja itu masih sempit,” ujar Ardi, salah seorang warga.

Ia menyebut, setiap harinya arus lalu lintas di ruas tersebut cukup padat. Selain kendaraan pribadi, tidak sedikit kendaraan besar yang melintas, mulai dari truk hingga bus pariwisata, terutama pada malam hari.

”Malam hari itu sering truk gede lewat sini, bus pariwisata juga sekarang terkadang banyak yang lewat sini,” tuturnya.

Kondisi tersebut membuat pengguna jalan harus ekstra hati-hati saat melintas, terutama saat berpapasan di titik jembatan yang sempit.

Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Jombang Bayu Pancoroadi melalui Kepala Bidang Bina Marga Agung Setiaji membenarkan adanya sejumlah titik penyempitan di jalan kabupaten akibat jembatan yang belum dilebarkan.

Ia menyebut, ada dua titik. Masing-masing ruas Kalianyar–Selorejo dan ruas Cukir–Mojowarno. ”Tahun ini sudah kita anggarkan untuk pelebaran jembatan di dua titik tersebut,” terangnya.

Pelebaran tidak dilakukan dengan membongkar seluruh struktur, melainkan dengan menambah lebar di salah satu sisi jembatan. ”Jalan yang sudah dilebarkan, kondisi jembatan masih sama. Itu yang akan kita lebarkan dengan ditambahi satu sisi,” jelasnya.

Desain teknis pelebaran jembatan saat ini belum disusun. Jika memungkinkan dan menyesuaikan anggaran, pelebaran bisa dilakukan di dua sisi. ”Menyesuaikan anggaran. Kalau memungkinkan, bisa kita tangani dua sisi,” tambahnya.

Untuk anggaran, Pemkab Jombang mengalokasikan sekira Rp 200 juta untuk masing-masing titik. ”Pagunya Rp 200 juta masing-masing titik, sementara tahun ini kita fokuskan di Kalianyar-Selorejo, dan Cukir-Mojowarno,” katanya. (fid/naz)

Editor : Anggi Fridianto
#APBD 2026 #Jombang #pelebaran jembatan #ruas Kalianyar Selorejo #dinas PUPR #jembatan sempit