Radarjombang.id – Dinas Pertanian (Disperta) Jombang menargetkan kenaikan produksi beras sebesar dua persen pada musim panen awal tahun ini.
Target tersebut berasal dari peningkatan satu persen luasan tanam dan satu persen hasil produksi dibandingkan tahun sebelumnya.
”Target kami ada kenaikan dua persen. Luasan tanam naik satu persen dan produksi beras juga naik satu persen dibandingkan tahun kemarin,” kata Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Pertanian Disperta Jombang, Eko Purwanto.
Tren peningkatan sudah terlihat dalam dua tahun terakhir. Pada 2024, luasan tanam tercatat sekitar 55 ribu hektare dengan hasil produksi beras mencapai 197 ribu ton.
Memasuki 2025, luasan tanam meningkat menjadi sekitar 75 ribu hektare dengan produksi beras sekitar 257 ribu ton.
Sementara 2026, Disperta menargetkan luasan tanam mencapai 75.750 hektare dengan estimasi produksi beras 259.270 ton.
”Dari data tersebut, terlihat ada tren kenaikan luasan tanam dan produksi beras setiap tahun,” ujarnya.
Pada Januari ini sebagian kecamatan di Jombang sudah mulai memasuki masa panen. Namun, panen raya diperkirakan baru akan terjadi pada akhir Februari hingga Maret.
”Sekarang Januari sudah ada yang panen, tapi masih sebagian. Puncak panen raya biasanya akhir Februari sampai Maret,” jelasnya.
Hal itu dipengaruhi pola tanam petani yang mayoritas dilakukan pada November. Sementara penanaman pada September dan Oktober jumlahnya masih terbatas.
Baca Juga: Disperta Jombang Salurkan Bantuan Alsintan dari Kementan RI, Upaya Wujudkan Swasembada Pangan
”Yang tanam di September dan Oktober memang ada, tetapi tidak banyak. Kebanyakan mulai tanam November,” imbuhnya.
Terkait hasil panen Januari, Eko mengaku hingga saat ini Disperta belum menerima data lengkap dari lapangan.
”Untuk hasil panen Januari ini, datanya masih kami tunggu. Kemungkinan baru bisa kami dapatkan hari Senin besok,” pungkasnya. (yan/fid)
Editor : Anggi Fridianto