Radarjombang.id – Tanggul Sungai Mrican di Dusun Karangasem, Desa Karangdagangan, Kecamatan Bandar Kedungmulyo, jebol, Sabtu (10/1) pukul 15.00 WIB.
Bagian tanggul sisi kanan saluran induk ambrol sepanjang sekitar 5 meter dengan lebar 8 meter.
Kepala Desa Karangdagangan Tambit mengatakan, tanggul sungai jebol sekitar pukul 15.00 usai hujan deras. "Infonya ada lubang bekas galian hewan semacam bulus. Kemudian tegerus aliran air, sehingga jebol," ujar dia.
Beruntung, aliran yang jebol lansung mengarah ke saluran pembuangan. Sehingga tidak berdampak ke rumah warga. "Insya allah aman. Tidak sampai ke rumah warga," jelas dia.
Menindaklanjuti hal itu, Dinas PUPR bersama BPBD disebut sudah melakukan penanganan. "Penanganan sementara telah dilakukan, saat ini kerusakan sudah diminimalisir," pungkasnya.
Terpisah, Wiku Birawa Felipe Diaz Quintas, Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jombang mengatakan, potensi ancaman tetap ada jika kerusakan melebar.
“Untuk saat ini kondisi terkendali. Namun jika tanggul bertambah lebar dan gorong-gorong tidak mampu menampung debit air, aliran bisa mengarah ke permukiman.
Diperkirakan sekitar 15 rumah di Dusun Karangasem berpotensi terdampak,” ujar Wiku.
Berdasarkan, hasil kaji cepat Unit Operasi Pusdalops BPBD Jombang, aliran air dari titik jebol mengarah ke area persawahan dan masuk ke gorong-gorong.
Jarak tanggul jebol dengan permukiman sekitar 12 meter. Saat ini kondisi masih aman.
Di bawah Sungai Mrican terdapat gorong-gorong. Aliran air tertampung sementara di saluran irigasi sawah lalu mengalir ke Sungai Dor.
Sedangkan, hulu Sungai Mrican sudah ditutup. Debit air diperkirakan mulai berkurang sekitar pukul 22.00 WIB.
BPBD Jombang segera berkoordinasi dengan Dinas PUPR Kabupaten Jombang dan BBWS untuk penanganan darurat serta perbaikan tanggul. Penutupan tanggul jebol menjadi prioritas agar kerusakan tidak meluas. (ang)
Editor : Anggi Fridianto