Radarjombang.id – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Jombang melalui Bidang Sumber Daya Air (SDA) bergerak cepat menangani tumpukan sangkrah atau material sisa banjir yang menyumbat aliran Kali Marmoyo.
Material berupa bambu, kayu, ranting, hingga sampah rumah tangga diketahui tersangkut di sekitar pilar jembatan dan berpotensi menghambat aliran air, sehingga meningkatkan risiko banjir susulan.
Kepala Dinas PUPR Jombang, Bayu Pancoroadi, menjelaskan banjir yang terjadi 20 Desember membawa berbagai material hingga menumpuk di beberapa titik alur sungai, terutama di Desa Gedongombo, Kecamatan Ploso, dan Desa Sidokaton, Kecamatan Kudu.
”Pembersihan dilakukan menggunakan alat berat jenis long arm untuk mengangkat sangkrah yang tersangkut di pilar jembatan maupun badan sungai,” katanya.
Penanganan dilakukan secara bertahap dengan melibatkan UPT PSDA Ploso serta masyarakat setempat.
Pembersihan di Gedongombo berlangsung 21–22 Desember, sementara di Sidokaton dilaksanakan 23–24 Desember.
Proses dilakukan hati-hati agar tidak merusak jembatan dan tetap mengutamakan keselamatan petugas. Warga sekitar juga ikut bergotong royong mengumpulkan material ringan.
Kolaborasi antara petugas teknis dan masyarakat menjadi faktor penting dalam mempercepat pembersihan.
Rampungnya kegiatan membuat aliran Kali Marmoyo kembali lancar dan kapasitas sungai berfungsi optimal.
”Ini merupakan bagian dari langkah mitigasi untuk mengurangi potensi banjir, khususnya saat terjadi hujan dengan intensitas tinggi,” tuturnya.
Bayu juga mengimbau masyarakat agar menjaga kebersihan sungai dengan tidak membuang sampah sembarangan.
Sungai yang bersih dinilai berperan penting dalam menjaga keselamatan lingkungan, kelancaran aliran air, serta keberlanjutan infrastruktur pengairan.
”Mengedepankan sinergi antara pemerintah dan masyarakat demi pengelolaan sumber daya air yang aman dan berkelanjutan di Jombang,” katanya. (fid/naz)
Editor : Anggi Fridianto