Radarjombang.id - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur memasang sistem peringatan dini (EWS) longsor di Dusun Tegalrejo Desa Jarak, Kecamatan Wonosalam. Ini dilakukan sebagai langkah antisipasi potensi bencana tanah longsor di wilayah rawan.
’’Dari BPBD Jatim sudah memasang satu EWS di Desa Jarak,’’ kata Agen Informasi Bencana BPBD Jawa Timur, Wahyu Subianto, (15/12).
Pemasangan itu merupakan tindak lanjut dari pemantauan kondisi rawan longsor di kawasan Wonosalam.
EWS memang tidak dipasang tepat di lokasi retakan di Dusun Jumok, Desa Sambirejo Kecamatan Wonosalam.
Alasannya, karena lokasi tersebut berjarak 500 meter dengan permukiman warga. Apalagi, elevasi tanah tidak begitu menjorok.
’’Berbeda dengan kondisi di Dusun Tegalrejo ini karena tepat dibagian bawah tebing ada rumah warga. Dan tingkat kemiringannya lebih berisiko,’’ tambahnya.
Di bawah area tersebut terdapat pemukiman sekitar 50 kepala keluarga. Meski belum ditemukan tanda-tanda retakan, pemasangan EWS dilakukan sebagai langkah antisipasi. ’’Memang belum ada tanda-tanda retakan, cuma kita antisipasi dengan memberikan EWS atau peringatan dini,’’ katanya.
EWS longsor yang terpasang di Desa Jarak berjumlah satu unit. ’’Itu salah satu langkah dari BPBD provinsi untuk mendeteksi indikasi bencana tanah longsor,’’ jelasnya.
Sistem EWS tersebut terhubung dengan jaringan internet dan akan mengirimkan laporan secara berkala ke BPBD Provinsi Jawa Timur dan BPBD Jombang.
Alat tersebut dilengkapi rotator dan sirene. ’’Barangkali ada pergerakan tanah nanti alat tersebut bunyi untuk memberikan sinyal kepada warga agar mengungsi,’’ ungkapnya.
BPBD juga memiliki EWS banjir di wilayah Jombang. ’’EWS banjir ada empat di Jombang. Menyebar di Kecamatan Wonosalam dan Mojoagung,’’ ucapnya. (ang/jif)
Editor : Anggi Fridianto