Radarjombang.id – Para seniman di Kabupaten Jombang punya cara unik untuk menunjukkan kepedulian pada korban banjir bandang di Aceh, Sumatra Utara dan Sumatra Barat.
Mereka menggalang donasi dengan melukis on the spot di Taman Informasi Jombang, Minggu (14/12).
’’Kita menukar donasi dengan karya lukisan. Seluruh hasilnya disalurkan untuk korban bencana,’’ kata Eko Utomo, koordinator kegiatan.
Aksi diikuti pelukis lintas generasi. Mulai dari pelajar hingga masyarakat umum.
’’Karya yang dijual berasal dari koleksi peserta pameran serta lukisan seniman yang secara sukarela menyumbangkan karyanya,’’ terangnya. Harga lukisan bersifat fleksibel dan disesuaikan dengan keikhlasan pengunjung.
’’Karena ini murni untuk donasi, harganya relatif. Untuk karya anak-anak misalnya, mulai Rp 20 ribu, Rp 50 ribu dan Rp 100 ribu,’’ terangnya.
Bahkan ada yang sampai Rp 800 ribu lebih. ’’Tergantung kualitas dan kemampuan. Harga tersebut jauh lebih murah dibanding harga aslinya atau harga saat pameran,’’ ungkapnya.
Mereka juga membuka layanan melukis langsung. Termasuk melukis wajah berdasarkan foto yang dibawa pengunjung. Seluruh hasil dari layanan tersebut juga didonasikan.
’’Untuk lukis foto ada yang memberi Rp 150 ribu, Rp 300 ribu, sampai Rp 400 ribu. Peralatan lukis semua dari kami pribadi,’’ tambahnya.
Hingga Minggu (14/12) siang, donasi sementara yang terkumpul mencapai Rp 3,5 juta dengan enam karya lukis terjual. Penggalangan donasi ini masih dibuka hingga 19 Desember 2025.
’’Melalui kegiatan ini, seni tidak hanya menjadi media ekspresi. Tetapi juga jembatan kemanusiaan yang menghubungkan kepedulian masyarakat Jombang dengan saudara-saudara yang tengah tertimpa musibah,’’ tegasnya. (ang/jif)
Editor : Anggi Fridianto