Radarjombang.id – Banyak cara untuk menggalang donasi bagi korban banjir bandang di Sumatra Utara, Sumatra Barat dan Aceh. Salah satunya melalui pameran lukisan yang hasilnya didonasikan untuk para korban.
’’Ada 50 lukisan yang kami pamerkan dan hasilnya akan didonasikan untuk korban banjir,’’ kata Mohammad Akhyak, pelukis Jombang yang menggalang donasi lewat pameran tunggal, Sabtu-Minggu (6-7/11).
Pameran bertajuk Pasir, Doa, dan Sholawat untuk Kemanusiaan digelar di Aula Terbuka Dinas Pendidikan Kabupaten Jombang. Ada lukisan pasir khas guratan tangan Ahyak dengan berbagai macam karakter.
Mulai Presiden ke-4 KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), KH Hasyim Asyari, tokoh seniman, budayawan. Juga ada lukisan realis. Pameran ini menjadi ajang penggalangan donasi untuk membantu korban banjir di Aceh dan Sumatera.
Selain sebagai apresiasi seni, pameran ini menjadi sarana menggerakkan kepedulian masyarakat. Hingga Minggu (7/12), total donasi yang terkumpul mencapai Rp 3.300.000.
Dalam pameran ini, setiap pengunjung yang berdonasi langsung mendapat satu lukisan pasir untuk dibawa pulang. Akhyak menegaskan, kegiatan tersebut murni untuk penggalangan donasi dan tidak ada transaksi jual-beli karya.
’’Ini dedikasi saya agar masyarakat tidak takut menyumbang. Ada yang menyumbang Rp 300 ribu atau Rp 1 juta, semuanya tetap kami berikan lukisan,’’ kata Akhyak.
Beberapa karya yang dibawa pulang donatur bahkan memiliki nilai lebih tinggi dari jumlah donasi yang diberikan. Hal itu dia lakukan sebagai bentuk apresiasi dan rezeki untuk para donatur yang telah ikut membantu korban banjir
Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jombang, Heru Cahyono, membuka pameran dan menyampaikan apresiasi atas inisiatif Akhyak. Menurutnya, kegiatan kemanusiaan melalui seni menjadi contoh inspiratif bagi guru dan siswa.
’’Pak Akhyak telah menjadi pelopor berkesenian dan menginspirasi anak didik serta seniman. Kreativitas yang ia lakukan menjadi teladan bahwa dari pasir dapat lahir karya sekaligus kepedulian,’’ ungkapnya. (ang/jif)
Editor : Anggi Fridianto