Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Jombang Catatkan 172 Bencana Sepanjang 2025, Banjir hingga Longsor Jadi yang Paling Sering

Ainul Hafidz • Minggu, 7 Desember 2025 | 14:25 WIB
Ilustrasi desa rawan bencana
Ilustrasi desa rawan bencana

RadarJombang.id - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jombang mencatat ratusan bencana terjadi sejak Januari hingga awal Desember 2025.

Sebanyak 172 kejadian tercatat, didominasi banjir, angin kencang, longsor, hingga gerakan tanah, dan berbagai jenis kebakaran.

Kalaksa BPBD Jombang Wiku Birawa Felipe Diaz Quintas menyebut, dinamika cuaca dan kondisi kerawanan wilayah menjadi faktor naik-turunnya kejadian bencana sepanjang tahun.

Banjir menjadi bencana paling menonjol. Dari total 66 kejadian banjir, 61 di antaranya terjadi Januari, disusul April sebanyak 2 kejadian, dan Mei 1 kejadian.

Serta masing-masing 1 kejadian pada November dan Desember. ”Awal tahun intensitas hujan tinggi sehingga banjir meningkat drastis,” katanya.

Angin kencang tercatat 26 kejadian, relatif merata di berbagai bulan. Mulai dari Januari sebanyak 5 peristiwa, dan Februari 8 kejadian, Maret 2 kejadian, dan April dan Mei masing-masing 2 kejadian, Juni 1 kejadian, serta September 6 kejadian, dan Oktober  1 kejadian, serta November dan Desember masing-masing 1 kejadian.

”Dampaknya mulai dari pohon tumbang hingga kerusakan rumah,” imbuhnya.

Longsor dan tanah gerak tercatat. Ini tetap menjadi perhatian. Longsor terjadi pada Januari di Dukuh Banturejo, Dusun Jumok, Desa Sambirejo, Kecamatan Wonosalam, Kamis (23/1) pagi.

Peristiwa itu menelan dua orang meninggal dunia. Sementara tanah gerak atau gerakan tanah juga tercatat pada Januari.

”Wilayah perbukitan masih rawan longsor, terutama saat hujan tinggi,” ujarnya.

Sementara kebakaran mencapai puluhan kasus. Kebakaran  permukiman 23 kejadian, rinciannya pada Januari 2 kejadian, Februari 1, April 2, Mei 2, Juni 5, Agustus 4, Oktober 3, dan November 2 kejadian. Sedangkan, kebakaran fasilitas umum tercatat 4 kejadian.

Masing-masing 1 peristiwa pada Januari, Juli, dan Agustus serta November. Kebakaran tempat usaha tercatat 26 kejadian.

Terjadi pada Januari 1 kejadian, Maret 2, April 2, Mei 5, dan Juni 1 peristiwa, Juli 6 peristiwa, Agustus 3, Oktober 3 kejadian, dan November 1, serta Desember 2 kejadian.

Ancaman kebakaran hutan dan lahan juga cukup tinggi. Rinciannya, pada Maret 1 kejadian, Mei 2 kejadian, Juni 1 kejadian, September 12 kejadian, dan Oktober 4 kejadian, serta Desember 1 kejadian. ”Kebakaran hutan atau lahan ada 25 kejadian,” bebernya.

Dengan meningkatnya kejadian pada beberapa kategori, BPBD mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan di musim hujan maupun musim kemarau.

”Mitigasi perlu dilakukan sejak dini. BPBD siaga 24 jam untuk merespons kejadian,” ujar Wiku.

Pihaknya juga menegaskan sudah menyiapkan langkah antisipatif melalui patroli rutin, pembaruan data kerawanan wilayah, serta koordinasi dengan pemerintah desa dan relawan.

”Surat imbauan dari bupati terkait kesiapsiagaan bencana juga sudah kami luncurkan ke kecamatan sejak November. Seluruh wilayah menyiapkan posko kesiapsiagaan. Biar tiap desa atau kecamatan yang punya potensi untuk melaporkan atau menyiagakan SDM untuk menjaga posko,” kata Wiku. (fid/naz)

Editor : Achmad RW
#Jombang #2025 #Bencana