Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Tiga Kecamatan di Jombang Diterjang Banjir, Bikin Ratusan Rumah Warga Terdampak

Anggi Fridianto • Sabtu, 6 Desember 2025 | 02:13 WIB

 

Banjir melanda Desa Madiuporo Kecamatan Sumobito, Kamis 4/12) malam
Banjir melanda Desa Madiuporo Kecamatan Sumobito, Kamis 4/12) malam

Radarjombang.id – Hujan deras yang mengguyur wilayah Jombang pada Kamis (4/12) membuat sejumlah desa di tiga kecamatan tergenang banjir.

Ketinggian muka air mencapai 10-150 cm. Desa Kademangan, Kecamatan Mojoagung menjadi lokasi terparah terdampak banjir.

Air mulai menggenangi permukiman sekitar pukul 18.00. hujan deras yang mengguyur wilayahnya sejak siang mengakibatkan debit air sungai naik.

”Banjirnya dari luapan Sungai Catak Banteng dan Kali Gunting,” terang Irwan Susanto, Kasun Kebondalem, Kecamatan Mojoagung.

 Air dengan cepat merendam permukiman warga. Ada sekitar ratusan rumah warga terdampak.

Di sejumlah titiknya Ketinggian air bahkan mencapai 1 meter lebih. ”Di Dusun Kebondalam RT 04, RW 03 ketinggian air mencapai 150 cm, masuk ke rumah-rumah,” bebernya.

Banjir bertahan hingga Jumat (5/12) pagi. Beruntung sekitar pukul 11.00 banjir seluruhnya sudah surut. ”Jam 11.00 siang sudah surut semua,” tandasnya.

Kepala Pelaksana BPBD Jombang, Wiku Birawa Felipe Dias Quintas membenarkan banjir menerjang tiga wilayah kecamatan.

”Ada sejumlah desa terdampak, tersebar di Kecamatan Mojowarno, Mojoagung dan Sumobito,” terangnya.

Di Kecamatan Mojoagung banjir dilaporkan merendam sejumlah desa. Di antaranya, Desa Kademangan, Betek, dan Mancilan.

Di Kecamatan Mojowarno banjir dilaporkan menggenangi dua desa, yakni Desa Selorejo dan Catakgayam. Sementara di Kecamatan Sumobito, banjir menggenangi permukiman warga di Desa Madiopuro dan Segodorejo. ”Ketinggian air di beberapa titik berbeda-beda,” bebernya.

Ia memerinci, di Desa Kademangan, tinggi muka air tercatat mencapai 10-40 sentimeter. Sementara di Desa Madiopuro, genangan bahkan mencapai 30-50 sentimeter. Adapun Desa Segodorejo tinggi muka air sekitar 10-30 sentimeter.

”Di desa lainnya, air lebih cepat surut dan kini dilaporkan sudah kembali normal,” ujar di konfirmasi.

Ia menyebut, melalui Unit Operasi Pusdalops langsung berkoordinasi dengan perangkat desa untuk melakukan pemantauan serta penanganan di lapangan. Meski banjir sempat mengganggu aktivitas warga, ia mengatakan tidak ada laporan mengenai kebutuhan mendesak ataupun korban jiwa.

Ia menjelaskan, pada Jumat pagi (5/12), kondisi banjir di sebagian besar wilayah sudah berangsur surut.

Lima dari tujuh desa terdampak telah dilaporkan pulih dari genangan. ”Sementara di Desa Kademangan, Madiopuro, dan Segodorejo, air masih terlihat membasahi jalan dan halaman rumah, namun menunjukkan tren penurunan,” ungkapnya.

Ia mengatakan, BPBD masih terus memantau situasi sembari mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang diprediksi masih berlanjut dalam beberapa hari ke depan.

”Kami masih terus memantau perkembangan situasinya seperti apa. Kami juga mengimbau kepada masyarakat agar tetap menjaga kewaspadaan terhadap cuaca ekstrem yang kami prediksi masih berlanjut,” pungkas Wiku. (ang/naz)

Editor : Anggi Fridianto
#Madiopuro #BPBD Jombang #banjir #Jombang #desa kademangan #Desa