Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

146 Desa di Jombang Masuk Kategori Rawan Bencana, Bupati Warsubi Minta Semua Pihak Sigap

Anggi Fridianto • Jumat, 5 Desember 2025 | 14:25 WIB

 

 

CEK KESIAPAN: Bupati Warsubi saat memantau kesiapan SDM dan alat usai memimpin apel siaga bencana bersama forkopimda di Alun-alun Jombang kemarin (4/12
CEK KESIAPAN: Bupati Warsubi saat memantau kesiapan SDM dan alat usai memimpin apel siaga bencana bersama forkopimda di Alun-alun Jombang kemarin (4/12

Radarjombang.id – Sebanyak 146 desa di 21 kecamatan di Kabupaten Jombang masuk dalam kategori rawan bencana hidrometeorologi.

Kondisi ini mendorong Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jombang untuk memperkuat kesiapsiagaan seluruh elemen, terutama menghadapi ancaman longsor dan banjir saat curah hujan tinggi.

Hal itu disampaikan Bupati Jombang Warsubi, usai memimpin Apel Kesiapsiagaan Penanggulangan Bencana Hidrometeorologi yang digelar Pemkab Jombang di Alun-alun Jombang, Kamis (4/12).

Dalam kegiatan tersebut, pihaknya menekankan pentingnya kewaspadaan karena curah hujan meningkat dan anomali iklim terus terjadi. ”Kegiatan ini untuk kesiapsiagaan kita karena saat ini curah hujan tinggi, ada anomali iklim, dan ini penting sekali agar semua pihak, termasuk BPBD selalu siap siaga jika terjadi bencana,” ujar dia ditemui usai apel.

Menurut dia, ada beberapa wilayah yang paling berpotensi bencana. Misalnya rawan terjadi longsor adalah Kecamatan Wonosalam dan Bareng.

Hampir seluruh desa di Wonosalam disebut memiliki kerawanan yang tinggi.

Sementara kecamatan lain lebih rentan terhadap banjir akibat luapan sungai.

”Kalau di Wonosalam hampir merata rawan longsor. Daerah lain terkait potensi luapan air,” jelas dia.

Bupati menyebut, berdasarkan pemetaan yang dilakukan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jombang, total ada 146 desa yang masuk kategori rawan bencana.

Di antaranya, seluruh desa di Kecamatan Wonosalam, dan lainnya tersebar merata di sejumlah kecamatan. ”Ada 146 desa yang rawan bencana,’’ papar dia.

Bupati juga menyampaikan empati dan doa untuk korban banjir bandang dan tanah longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Pihaknya meminta seluruh pemangku kepentingan meningkatkan kewaspadaan.

Ia menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dan respon cepat saat terjadi bencana.

”Semua stakeholder harus sigap menghadapi bencana. Kesiapsiagaan dan koordinasi menjadi kunci agar penanganan cepat dan tepat,” tegas Bupati. Pemkab mengimbau masyarakat lebih waspada, khususnya warga di wilayah rawan longsor dan banjir, serta segera melapor apabila terjadi tanda-tanda bencana. (ang/naz)

 

 

Editor : Anggi Fridianto
#BPBD Jombang #Warsubi #Bupati Jombang #Jombang #Pemkab Jombang #bencana hidroklimatologi #Rawan bencana #Ratusan #Desa