Radarjombang.id - Banjir yang menerjang sejumlah wilayah Kecamatan di utara Brantas akibat luapan sejumlah sungai beberapa waktu lalu masih menyisakan trauma di benak warga. Warga waswas terjadi banjir susulan mengingat musim hujan diprediksi masih panjang.
Salah satunya diungkapkan warga Desa Pandanblole, Kecamatan Ploso. kekhawatiran warga sangat beralasan. Pasalnya, hingga kini penanganan dampak pascabanjir di Desa Pandanblole belum sepenuhnya tuntas.
”Tannggul yang jebol juga belum ditutup. Di kanan kiri kondisi tanggul juga banyak yang kritis, kalau debit air naik pastinya air meluap lagi ke permukiman,” ungkap Wito, warga setempat, Senin (1/12).
Ia menerangkan, kondisi tanggul Kali Kabuh banyak yang kritis. Selain itu, kontur tanah juga mudah longsor. Terbukti dengan banjir yang menerjang permukiman warga November lalu. ”Waktu itu hujan deras, debit sungai naik tinggi disusul tanggul jebol dan air menggenangi permukiman (20/11),” imbuhnya.
Sedikitnya ada dua titik tanggul jebol. Masing-masing panjangnya sekitar 4 meter dan 10 meter.
”kalau tidak hujan begini, airnya kelihatan sedikit. Tapi begitu hujan deras pasti air sungainya langsung naik,” imbuhnya.
Petugas disebut sudah meninjau lokasi saat banjir pertama terjadi. Namun, sampai kini belum ada tindak lanjut konkret.
”Sebenarnya kemarin pas banjir hari pertama itu sudah ada petugas yang ngecek. Katanya yang diperbaiki Desa Jatibanjar (Kecamatan Ploso) dulu,” ujarnya.
Wito berharap perbaikan segera dilakukan. ”Kapan perbaikannya, soalnya ini masih musim hujan. Sedangkan tanggulnya masih jebol. Apalagi yang di atas juga belum pernah dikeruk. Dulu hanya di sini saja yang diperbaiki,” katanya.
Kepala Desa Pandanblole, Suwaji, membenarkan kondisi tanggul masih jebol. ”Masih sama, belum ada perbaikan. Kemarin disurvei-survei saja,” ujar Suwaji. Ia juga berharap penanganan segera dilakukan.
”Mudah-mudahan bisa segera diperbaiki lagi, soalnya ini masih musim hujan. Entah nunggu giliran atau apa kami juga kurang tahu,” katanya.
Seperti diberitakan sebelumnya, hujan deras yang mengguyur Jombang November lalu mengakibatkan sejumlah desa di wilayah utara Brantas banjir hingga beberapa hari. Dari hasil peninjauan petugas, banjir dipicu sejumlah aliran sungai meluap. Di antaranya Kali Marmoyo, Kali Kulak, Kali Katemas, dan Kali Kabuh.
Beberapa tanggul bahkan jebol lantaran tak mampu menahan terjangan arus. Selain menggenangi permukiman warga, banjir juga membuat petani merugi besar. Pasalnya, akibat terendam air berhari-hari, puluhan hektare tanaman padi mati pascabanjir surut. (fid/naz)
Editor : Anggi Fridianto