RadarJombang.id - Jumlah calon jemaah haji (CJH) reguler asal Jombang yang akan berangkat ke Tanah Suci 2026 terus bergerak.
Terbaru, satu jemaah yang masuk data keberangkatan reguler tidak bisa berangkat karena sakit.
’’Ada satu karena sakit (stroke), sehingga tidak bisa berangkat tahun ini,’’ kata Kepala Kantor Kemenag Jombang, Muhajir, melalui Kepala Seksi Haji dan Umrah, Ilham Rohim, (21/11).
Kemenag telah membatalkan keberangkatan jemaah tersebut. ’’Sudah diganti,’’ ujarnya.
Data jumlah jemaah terus berubah hingga nanti jelang jadwal keberangkatan.
Kini aturan istita’ah semakin ketat. Kemenkes telah merilis, jamaah yang tidak memenuhi syarat istitha’ah kesehatan berpotensi gagal berangkat atau bahkan dipulangkan langsung oleh otoritas Arab Saudi.
’’Sekarang semakin ketat karena ada aturan baru,’’ jelasnya.
Hingga kemarin, jumlah CJH asal Jombang yang akan berangkat 2026 mencapai 1.172 orang.
Dari jumlah itu, ada 341 jemaah yang sudah mengurus visa. Sisanya, 831 jemaah belum mengurus visa.
Batas akhir pengurusan visa sebelumnya Jumat (21/11). Tapi kini tetap bisa dilayani.
’’Yang terakhir hari ini (21/11)) itu bagi mereka yang sudah siap dan berkas administrasi lengkap. Bagi yang belum, tetap kita layani,’’ ungkapnya.
Tenggat akhir secara nasional untuk pengurusan bio visa, pertengahan Ramadan 2026.
’’Semakin cepat jemaah menyelesaikan pembayaran, semakin mudah proses verifikasi dokumen dilakukan,’’ imbuhnya.
Sementara itu, hingga sekarang jemaah belum dapat melakukan pelunasan biaya penyelenggaraan ibadah haji (Bipih).
Sebab, keputusan presiden terkait besaran BPIH per embarkasi belum turun. ’’Sampai hari ini (21/11) belum turun,’’ ucapnya. (ang/jif)
Editor : Achmad RW