RadarJombang.id – Banjir akibat luapan Kali Marmoyo masih bertahan hingga hari ke empat, Sabtu (22/11).
Sejumlah wilayah di utara brantas Jombang pun masih terendam air.
Bahkan, lokasi genangan meluas hingga wilayah Kecamatan Kudu dan Kecamatan Ngusikan.
Desa yang terdampak di Kecamatan Kudu seperti Desa Kudubanjar dan Desa Sumberteguh. Di lokasi ini, air masih menggenang hingga setinggi 40 centimeter.
’’Yang terparah di Kudubanjar, air menggenangi jalan desa karena luberan,’’ kata Kepala Desa Kudubanjar, Gatot Kuswanto.
Air terus mengalami surut menjelang siang. ’’Datangnya air sekitar pukul 03.00 dini hari, tapi makin siang sudah makin surut,’’ ucapnya.
Kondisi lebih parah, di wilayah Desa Ketapangkuning, Kecamatan Ngusikan. Hingga Sabtu (22/11) pagi, banjir masih menggenang hingga ketinggian 50 centimeter atau setengah meter di sejumlah titik.
’’Di sini sejak tadi malam (21/11) air sudah mulai datang, dan sampai pagi ini (22/11) masih naik terus,’’ kata Khilfi, 32, warga Ketapangkuning.
Banjir itu juga dampak luberan dari Kali Marmoyo. Hampir setiap musim penghujan wilayah itu tergenang banjir.
’’Pokoknya setelah Ploso, biasanya geser ke wilayah Tapen, Kudu terus sini,’’ bebernya.
Dikonfirmasi terpisah, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jombang membenarkan masih adanya genangan di sejumlah lokasi dan desa tersebut.
’’Untuk banjir memang bergeser ke timur, untuk bagian barat sudah surut,’’ kata Kepala Pelaksana BPBD Jombang, Wiku Birawa Felipe Dias Quintas melalui Supervisor Pusdalops BPBD Jombang, Stevy Maria.
Sejumlah desa di Kecamatan Ploso yang sebelumnya terendam, sudah surut. Seperti wilayah Desa Pagertanjung hingga Desa Jatigedong.
’’Pagertanjung sudah surut sepenuhnya, di Jatigedong air maksimal ketinggian 20 centimeter,’’ ucapnya.
Genangan cukup tinggi di Kecamatan Ploso, masih terpantau di Desa Gedongombo dan Desa Daditunggal saja.
’’Di kedua desa ini air menggenang mulai 30-40 centimeter, dengan tren surut,’’ jelasnya.
Sementara di Kecamatan Kudu dan Ngusikan, air masih menggenangi permukiman dan jalan di Desa Tapen, Bakalanrayung, Sidokaton, Kudubanjar, Sumberteguh dan Ketapangkuning.
’’Ketinggiannya juga sama, antara 10 hingga 45 centimeter dengan kecenderungan surut pelan,’’ urainya. (riz/jif)
Editor : Achmad RW