Radarjombang.id – Banjir yang menggenangi sejumlah desa di kawasan utaran Brantas belum sepenuhnya surut.
Salah satunya di Dusun Gotan, Desa Jatigedong, Kecamatan Ploso. Hingga Kamis (20/11) siang, permukiman warga masih tergenang.
Bahkan salah satu sekolah terpaksa menggelar pembelajaran secara daring lantaran area sekolah tergenang.
Pantauan di lokasi, sejumlah rumah warga masih tergenang. Ketinggian muka air bervariasi, antara 20-30 cm.
”Ini sudah hari kedua, tapi airnya memang sudah mulai surut,” terang Lukman, 38, warga Dusun Gotan.
Ia menuturkan, banjir mulai masuk ke permukiman sejak Rabu (19/11) siang dan terus naik hingga malam hari.
”Kalau tadi malam sampai lutut bahkan sampai masuk rumah. Pagi tadi mulai surut, tapi belum hilang sepenuhnya,” imbuh Lukman yang tampak sibuk bersih-bersih rumah.
Menurutnya, bukan kali ini saja banjir menerjang wilayahnya. Meski banjir di wilayahnya berangsur surut, ia masih waswas banjir susulan.
”Di sini sudah langganan sebenarnya, hampir setiap tahun begini, luberan dari Kali Marmoyo,” ujarnya.
Tak hanya menggenangi rumah-rumah warga, banjir juga menggenangi gedung madrasah. Akibatnya, kegiatan pembelajaran dilakukan dari rumah atau secara daring.
”Sejak kemarin tergenang, cuma hari ini sudah agak surut,” terang Fajar, warga setempat.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jombang Wiku Birawa Felipe Diaz Quintas membenarkan kondisi tersebut.
Menurutnya, secara umum banjir di wilayah utara Brantas sudah surut, namun di sebagian titiknya, genangan masih bertahan. ”Dari laporan, debit di Kali Marmoyo sudah surut, sehingga sejumlah genangan sudah hilang, hanya tinggal di Jatigedong saja,” ungkap Wiku, Kamis (20/11).
Ia menyebut penanganan sampah penyumbat saluran terus dilakukan Pemkab Jombang. Tanggul yang jebol di Desa Jatibanjar sehari sebelumnya juga telah ditangani. ”Semoga saja hujan tidak kembali datang sangat deras, sehingga air tidak kembali naik,” pungkasnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, hujan deras yang mengguyur Jombang sejak Selasa (18/11) sore hingga malam mengakibatkan sejumlah desa di wilayah utara Sungai Brantas kebanjiran.
Tingginya debit air mengakibatkan sejumlah sungai meluap dan menggenangi permukiman. Hingga Rabu (19/11) siang, banjir berangsur surut. Namun, di sejumlah desa genangan air masih bertahan, terutama di wilayah pinggiran Sungai Marmoyo.
Hingga Rabu (19/11) siang, di sejumlah titiknya banjir masih bertahan, terutama di wilayah bantaran Sungai Marmoyo.
Antara lain Desa Pagertanjung, Desa Pandanblole, Desa Jatigedong, dan Desa Gedongombo, Kecamatan Ploso serta Desa Sidokaton, Kecamatan Kudu.
Ketinggian muka air bervariasi mulai 20-50 sentimeter. Akibat banjir, aktivitas warga terganggu. Warga waswas banjir susulan mengingat curah hujan masih tinggi. (riz/naz)
Editor : Anggi Fridianto