Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Waspada! Kasus DBD di Jombang Melonjak, Ratusan Warga Sudah Terjangkit

Azmy endiyana Zuhri • Kamis, 20 November 2025 | 04:31 WIB
Ilustrasi waspada kasus DBD
Ilustrasi waspada kasus DBD

RadarJombang.id – Lonjakan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Jombang memasuki fase mengkhawatirkan.

Dinas Kesehatan (Dinkes) mencatat, sepanjang Oktober 2025 sekitar 100 warga terjangkit DBD.

Memasuki pertengahan November, tambahan 29 pasien kembali dirawat intensif di puskesmas, klinik, dan rumah sakit.

Sebaran kasus pun merata, dari kawasan kota hingga desa.

Kepala Dinas Kesehatan Jombang, dr. Hexawan Tjahja Widada, M.KP, menegaskan tingginya temuan kasus ini harus menjadi alarm bagi masyarakat.

Ia memperkirakan peningkatan akan berlanjut hingga puncak musim hujan Desember 2025–Januari 2026.

”Jika melihat pola tahunan, biasanya kasus DBD mulai meningkat pada awal musim hujan dan mencapai puncaknya di pertengahan musim. Tahun ini pun diprediksi sama. Karena itu, masyarakat harus lebih waspada,” tegasnya.

Menurut dr. Hexa, kondisi lembap dan banyaknya genangan air di permukiman mempercepat perkembangan nyamuk Aedes aegypti.

”Nyamuk ini sangat adaptif. Selama ada genangan air sekecil apa pun, itu bisa menjadi tempat berkembang biak. Bahkan tutup botol di halaman rumah pun bisa menjadi sarang,” ujarnya.

Ia kembali mengingatkan langkah terpenting adalah pemberantasan sarang nyamuk (PSN). Fogging, katanya, bukan solusi utama karena hanya mematikan nyamuk dewasa.

”Fogging itu bukan solusi utama. Justru PSN yang paling efektif. Masyarakat harus ikut terlibat. Jangan hanya menunggu petugas kesehatan datang. Kalau lingkungan bersih, rantai penularannya bisa diputus,” katanya.

Dinkes Jombang kini memperkuat edukasi pencegahan melalui sekolah, kantor desa, hingga media sosial pemerintah.

Anak-anak sekolah menjadi sasaran penting karena termasuk kelompok rentan.

”Kami sudah menginstruksikan puskesmas untuk memperkuat kegiatan edukasi. Anak-anak sekolah harus diedukasi sejak dini agar paham perilaku hidup bersih dan sehat. Ini penting karena banyak kasus DBD juga terjadi di lingkungan sekolah,” jelas dr. Hexa. (yan/naz)

 

Editor : Achmad RW
#dbd #Jombang #kasus