Radarjombang.id – Kondisi jalan kabupaten ruas Kasemen–Gudo di Dusun Kasemen, Desa Wangkalkepuh, Kecamatan Gudo, kembali rusak.
Padahal, jalur tersebut baru selesai dicor pada 2023 lalu dengan anggaran mencapai Rp 1,6 miliar. Kini, retakan terlihat di beberapa titik hingga membuat pengendara waswas saat melintas.
”Sekarang rusak lagi. Cornya banyak yang retak-retak,” ujar Zainab, warga Dusun Kasemen, kemarin (12/11).
Menurutnya, titik kerusakan itu sebelumnya sudah pernah ditangani.
”Dulu di situ sudah pernah diperbaiki karena rusak, jadi dibongkar lalu dicor lagi. Tapi sekarang sudah retak-retak lagi,” imbuhnya.
Warga lain, Sulikhan, menyebut kondisi jalan yang rusak membuat pengendara motor sering kehilangan kendali.
”Pengendara motor kadang ada yang jatuh di situ, karena jalannya retak dan bolong-bolong juga. Sekarang malah tambah parah,” tuturnya.
Pantauan di lokasi menunjukkan, kerusakan jalan diperparah dengan bebasnya truk-truk gandeng bermuatan berat melintas setiap hari.
Dalam waktu sekitar 30 menit, lebih dari lima truk besar melintas di ruas itu. ”Sekarang truk-truk besar dari Kediri ke Jombang dan sebaliknya banyak yang lewat sini. Sudah tidak pernah sepi truk gandeng,” kata Sulikhan.
Ruas Kasemen–Gudo memang menjadi jalur penghubung penting antara Kecamatan Gudo (Jombang) dan Kecamatan Kunjang (Kediri).
Akses ini juga terkoneksi ke jalan provinsi menuju Ngoro serta ke jalan nasional lewat Desa Jatipelem (Diwek) dan Desa Sembung (Perak).
Namun, aktivitas kendaraan berat yang terus meningkat diduga menjadi penyebab utama cepatnya kerusakan jalan.
Menanggapi kondisi itu, Kepala Dinas PUPR Jombang Bayu Pancoroadi melalui Kabid Bina Marga Agung Setiaji menyebut penanganan ruas Kasemen–Gudo masih menunggu antrean.
”Untuk saat ini kami masih menunggu antrean dulu. Di Jembatan Kasemen kemarin juga ditemukan keretakan,” terang Agung.
Saat ini tim lapangan tengah menangani kerusakan di ruas Mojoagung–Mojoduwur. ”Sementara teman-teman sedang menangani lubang di ruas Mojoagung–Mojoduwur. Setelah itu baru menunggu giliran berikutnya,” ujarnya. (fid/naz)
Editor : Anggi Fridianto