Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Petani Buah Jombang Merugi Besar! Semangka dan Blewah Gagal Panen Akibat Hujan Deras

Ainul Hafidz • Jumat, 31 Oktober 2025 | 11:58 WIB

 

 

   MERUGI: Petani menunjukkan buah yang siap panen rusak akibat diguyur hujan.   
  MERUGI: Petani menunjukkan buah yang siap panen rusak akibat diguyur hujan.  

Radarjombang.id – Hujan deras yang mengguyur wilayah Jombang dalam beberapa hari terakhir membuat petani buah di Dusun Bungkil, Desa Kedungrejo, Kecamatan Megaluh Kabupaten Jombang merugi.

Tanaman buah seperti semangka dan blewah yang seharusnya siap panen justru rusak akibat tergenang air.

Ismanto, salah satu petani semangka setempat mengatakan, tanaman miliknya yang berumur sekitar 50 hari seharusnya bisa dipanen dalam waktu 10 hari lagi.

Namun, intensitas hujan yang tinggi membuat kualitas buah menurun drastis.

”Tanaman semangka sudah umur 50 hari, tinggal 10 hari lagi kena hujan. Memang masih tetap panen, tapi hasilnya tidak maksimal seperti dulu,” ujar Ismanto.

Saat musim kemarau atau tahun-tahun sebelumnya, hasil panen dari satu petak lahan sawah dengan luas 1.400 meter persegi (banon 100) bisa menghasilkan hingga Rp 15 juta. Namun kali ini, hasil yang diperoleh merosot tajam.

”Sekarang hanya sekitar Rp 2,5 juta hingga Rp 3 juta. Kalau kemarau dulu hasilnya bagus, sekarang jelas rugi. Pokoknya tahun ini hancur petani buah. Ini ada yang beli saja sudah senang, soalnya bakul jarang ke sini,” imbuh dia.

Menurut Ismanto, kualitas buah yang menurun membuat harga jual di tingkat petani anjlok. Sebagian dijual sistem tebasan, sebagian lagi dijual per kilogram.

”Sebenarnya untuk kiloan itu masih lumayan, sekitar Rp 5.000 per kilogram,” tutur Ismanto.

Kendati demikian, karena kondisi buah sudah tak masikal panen kali ini rata-rata petani rugu besar. ”Dari banon 100, itu petani bisa menanggung kerugian sekitar Rp 5 juta,” kata Ismanto.

Baca Juga: Industri Baru Siap Hadir di Mojoagung! PT Jian You Indonesia Gelar Konsultasi Publik Pembangunan Pabrik Kulit

Budiono, petani lainnjya, mengungkapkan hal serupa. Ia menyebut di wilayah tersebut total lahan tanaman buah hingga puluhan hektare.

Sebagian besar ditanami semangka dan belewah. ”Masih bisa dipanen, tapi kualitasnya jelek. Kalau yang garbis malah banyak yang busuk, tidak bisa dipanen sama sekali,” kata Budiono.

Sementara itu, Sudiyono, 47, petani lainnya mengaku, mengalami kerugian besar. Karena tanaman belewah miliknya sudah membusuk sebelum panen.

Dari lahan seluas satu hektare, hanya semangka yang bisa dipanen meski hasilnya jauh dari harapan. ”Untuk semangka masih bisa panen, cuma jelas rugi,”  kata Sudiyono. (fid/naz)

Editor : Anggi Fridianto