RadarJombang.id – Dinas PUPR Jombang akhirnya angkat bicara terkait longsornya jalur satu-satunya di Desa Asemgede yang longsor dan terputus.
Kepala Dinas PUPR Jombang Bayu Pancoroadi menjelaskan, kerusakan itu memang diduga kuat berasal dari gerusan pada tanah penyangga jalan cor akibat hujan.
“Jadi tadi bu kades sama pak camatnya sudah menginfokan ke kami memang kondisinya rusak, longsor,” lontarnya.
Bayu menyebutkan, jalan cor yang rusak itu merupakan proyek yang dikerjakan dinasnya di tahun 2023 lalu.
“Untuk yang longsor itu kan di timurnya duiker baru, itu tahun 2023, kalau yang 2024 itu yang duiker ke barat,” lontarnya.
Disinggung soal identifikasi awal longsornya jalan cor tersebut, Bayu menjelaskan hal itu memang berkaitan dengan kondisi cuaca dan labilnya tanah di lokasi.
“Jadi hari ini memang hujan di sana. Memang posisi hari ini itu teman-teman memnbetulkan duiker di kanannya jembatan itu. Posisi ada alat berat juga di sana. Begitu hujan, sifat tanahnya seperti itu hujannya agak deras jadi tergerus yang ada di bawahnya itu,’ lontarnya.
Dari laporan awal, pihaknya juga memastikan jalan yang longsor itu sepanjang sekitar 120 meter dan seluruhnya adalah bangunan rigid atau cor beton. “Semuanya sudah rigid untuk yang ambrol,” tegasnya.
Bayu memastikan, timnya akan melakukan identifikasi ke lapangan pada Rabu (22/10) esok hari untuk memantau kondisi dan langkah yang bisa dilakukan.
“Besok kita identifikasi dulu. Setelah itu kita tahu apa yang akan kita lakukan di sana. Apakah mau dibongkar semuanya atau bagaimana,” pungkasnya.
Sebelumnya, jalan cor ruas Cupak-Asemgede di Desa Asemgede kembali longsor Selasa (21/10) petang. Kondisi itu, membjuat akses warga satu-satunya pun terputus dan tak bisa lagi dilintasi.
Dari data yang dihimpun di lokasi, ambrolnya rigid ini berlangsung sekitar pukul 17.00. “Ambrolnya itu posisi sebelum maghrib ini tadi, tiba-tiba saja ambrol dan cornya ikut longsor,” terang Didik Sadianto, warga Asemgede.
Ia menyebut, jalan itu sebenarnya merupakan bangunan baru yang dibuat Pemkab Jombang pada tahun 2024 lalu. Setelah jalan di lokasi yang sama sebelumnya terputus.
“Tahun 2024 lalu kan sempat putus juga, terus dicor, dibuatkan duiker memang, tapi April kemarin itu ada bagian yang sedikit longsor lagi,” lontarnya.
Bahkan, saat cor ini longsor, proses pembuatan tembok penahan jalan di lokasi tengah berlangsung.
“Ini di lokasi sedang dibuatkan tembok penahan sebenarnya, tapi karena hujan dari siang sampai petang ini deras sekali akhirnya longsor lagi,” lontarnya.
Putusnya jalan itu, disebut Didik dipastikan akan menganggu akses warga.
“Sekitar lebih dari 100 meter yang putus, cuma bisa digunakan yang jalan kaki, motor harus mlipir-mlipir, kalau mobil sudah pasti tidak bisa,” lontarnya.
Terlebih, jalan itu adalah satu-satunya jalan yang ada dari Asemgede menuju Kabupaten Jombang.”Jalannya cuma ini, kalau memutar lewat lamongan sangat jauh,” pungkasnya. (riz)
Editor : Achmad RW