RadarJombang.id – Petani padi di Kabupaten Jombang semringah mulai tahun 2025 ini.
Itu setelah alokasi debit air irigasi yang dialirkan ke lahan pertanian di musim kemarau sekarang ditambah.
Petani di sejumlah kecamatan memanfaatkan kesempatan ini untuk menanam padi.
hal itu diungkap Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Jombang Bayu Pancoroadi melalui Kabid Sumber Daya Air (SDA) Sultoni.
Pihaknya mengatakan, penambahan debit air irigasi merupakan bagian dari program ketahanan pangan nasional.
”Untuk mendukung program tanam padi tiga kali setahun, memang dibutuhkan tambahan debit air. Ini bagian dari upaya menjaga ketahanan pangan,” ujarnya.
Debit air irigasi yang sebelumnya hanya 2 meter kubik per detik, kini dinaikkan menjadi 3 meter kubik per detik.
Jumlah itu, setara dengan 3.000 liter air per detik yang dialirkan ke lahan pertanian.
”Penambahan ini memungkinkan karena ketersediaan air di hulu masih mencukupi,” imbuhnya.
Menurutnya, langkah ini terbukti efektif menjaga produktivitas lahan pertanian, terutama di wilayah yang mengandalkan pasokan air dari Daerah Irigasi (DI) Mrican, Kabupaten Kediri.
Sebelumnya, aktivitas tanam di musim kemarau kerap menurun. Tahun ini, lebih dari 3.000 hektare lahan tetap aktif ditanami padi.
”Biasanya hanya Kecamatan Perak dan Bandarkedungmulyo yang bisa tanam saat kemarau. Sekarang meluas sampai Kecamatan Kesamben,” jelas Sultoni.
Penambahan alokasi air ini hasil koordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas.
Dalam rapat bersama, disepakati dua langkah utama. Pertama, peningkatan debit air untuk DI Mrican.
Kedua, pemanfaatan saluran irigasi Pariterong sebagai suplisi tambahan untuk wilayah hilir DI Siman.
”Dengan dukungan saluran Pariterong, alokasi air lebih fleksibel dan bisa menjangkau lahan yang lebih luas,” terangnya.
Meski musim kemarau masih berpotensi turun hujan, antisipasi tetap dilakukan.
Tujuannya agar petani tetap bisa mengikuti pola tanam tiga kali yang ditetapkan pemerintah pusat.
”Ini bagian dari strategi daerah menghadapi tantangan iklim dan menjaga stabilitas produksi pangan,” tandasnya. (fid/naz)
Editor : Achmad RW