Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

17 Kilometer Irigasi Pariterong Belum Juga Difungsikan, Petani Jombang Desak Kepastian

Ainul Hafidz • Rabu, 15 Oktober 2025 | 14:15 WIB

 

BANGUNAN MATI: Kondisi saluran irigasi Pariterong di Desa Jarakkulon, Kecamatan Jogoroto, tampak terbengkalai dan belum berfungsi.
BANGUNAN MATI: Kondisi saluran irigasi Pariterong di Desa Jarakkulon, Kecamatan Jogoroto, tampak terbengkalai dan belum berfungsi.

Radarjombang.id – Proyek jaringan irigasi Pariterong sepanjang 17 kilometer hingga kini belum juga difungsikan.

Padahal, saluran yang mulai dibangun sekitar tahun 2000 itu digadang-gadang mampu menyuplai kebutuhan air untuk lebih dari 5.000 hektare lahan baku sawah di Kabupaten Jombang.

Ketua Induk Himpunan Petani Pemakai Air (Hippa) Jombang Burhanudin mendesak pemerintah segera memberikan kejelasan terkait alokasi air untuk irigasi tersebut.

”Informasi yang kami terima, awal Oktober lalu sempat dilakukan uji coba. Debit air yang dialirkan sekitar 2,5 meter kubik per detik. Tapi sudah luber di hulu karena sedimentasi terlalu tinggi,” ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Jombang, Senin (13/10).

Burhanudin menjelaskan, dalam uji coba tersebut, saluran yang membentang mulai wilayah Kecamatan Perak hingga ke Kecamatan Mojowarno diproyeksikan bisa menyuplai air ke beberapa saluran, salah satunya Saluran Gude di wilayah Kecamatan Diwek.

Namun, karena uji coba tidak berjalan maksimal, distribusi air tak bisa menjangkau ke wilayah hilir.

”Seandainya tidak meluber, debit bisa ditambah jadi 3 meter kubik per detik. Apalagi ada kebutuhan tambahan untuk pabrik gula PG Djombang Baru,” imbuhnya.

Ia berharap irigasi Pariterong segera difungsikan agar lahan pertanian bisa lebih produktif.

Hal itu sejalan dengan program ketahanan pangan nasional.

”Kalaupun nanti dialiri, harus disesuaikan dengan kondisi debit yang tersedia. Jangan sampai penambahan pasokan ke Pariterong justru mengurangi jatah saluran lain,” tegasnya.

Burhanudin juga menyoroti pentingnya pengambilan air sesuai jaringan yang telah ditentukan.

Ia menyinggung terkait praktik pengambilan air menggunakan pompa atau sistem paralon gravitasi yang bisa mengganggu pembagian air secara adil.

”Irigasi Pariterong ini mengambil air dari DI Mrican.

Dari sana, air dibagi ke wilayah Perak, Megaluh, Bandarkedungmulyo, Tembelang, Sumobito, Kesamben, dan sisi utara Peterongan. Maka, alokasi air harus jelas agar tidak mengganggu pasokan ke saluran lain,” tandasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, proyek pembangunan jaringan irigasi Pariterong disebut sudah tuntas sejak Desember 2024 lalu.

Namun, dua kali dilakukan uji alir selalu gagal Belakangan, ada pekerjaan tambahan di sejumlah titik, terutama pembangunan jaringan penghubung. Sebagian sudah tuntas, sebagian masih berjalan.

Bebeberapa di antaranya Desa Balongbesuk, kecamatan Diwek, Desa Sawiji dan Desa Jarakkulon, Kecamatan Kecamatan Jogoroto. Para pekerja masih menyelesaikan irigasi sudetan jaringan penghubung. Warga tak mengetahui pelaksana proyek.

”Proyek ini sudah bertahun-tahun berjalan, tapi sampai sekarang belum juga difungsikan,” ungkap Fahmi, warga di lokasi.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Jombang Bayu Pancoroadi melalui Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) Sultoni membenarkan, masih ada sejumlah pekerjaan tambahan. ”Masih ada pekerjaan tambahan yang tidak tercakup dalam paket utama. Ini sifatnya penyempurnaan pada titik yang belum tertangani sebelumnya,” kata Sultoni.

Sultoni menegaskan, terakit aliran air pada jaringan irigasi Pariterong menjadi kewenangan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas.

Disinggung soal pengujian aliran air atau uji alir, Sultoni menyebut belum bisa memastikan. Namun, ada rencana upaya mengalirkan air. Hal ini disebabkan adanya pekerjaan di Bendung Selorejo di Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang yang berakibat pada penghentian aliran air dari hulu.

”Kemarin ada upaya untuk mengalirkan air ke irigasi Pariterong, meski tidak maksimal. Ini diharapkan bisa membantu sebagian wilayah di DI (Daerah Irigasi) Siman di bagian hilir,” jelasnya.

Pemkab berharap, jalur irigasi yang tengah disempurnakan diharapkan dapat memberikan manfaat bagi sektor pertanian setempat setelah seluruh pekerjaan rampung.

”Rencananya dalam waktu dekat ini diisi walaupun nanti tidak maksimal tetapi akan membantu sebagian wilayah,” kata Sultoni. (fid/naz)

 

 

Editor : Anggi Fridianto
#Pariterong #Jombang #Belum berfungsi #Pemkab Jombang